Logika Saham BEBS Hingga GOTO, Nggak Masuk Akal deh…

INDOWORK.ID, JAKARTA: Logika biasa, mulai dari anak TK belanja permen: “Kalau membeli berusaha membeli pada harga serendah mungkin. Sebaliknya, kalau menjual tentu ingin menjual semahal mungkin.”

Logika biasa itu yang membentuk pasar dan membuatnya berfungsi. Logika biasa itu yang melahirkan price theory, kurva permintaan dan kurva penawaran. Logika biasa itu yang menjadi pondasi ilmu ekonomi.

Di Bursa Efek Indonesia – boleh jadi memang hanya di BEI – ada orang yang ingin membeli setinggi-tinggi mungkin. Ini logika ruarrrrr biasaaa. Bukan!. Tidak akan bisa dipahami dengan logika

ORANG GILA?

 

 

Lalu apa?

Karitas? Bursa tempat yang salah untuk filantrofi.
Logika yang sakit? Kayaknya juga nggak mungkin orang gila masuk bursa saham.

Hanya ada satu penjelasan yang make sense: “Pelaku punya motif khusus hanya pelaku yang tahu. Motif yang tidak dimiliki orang lain. Motif yang tidak diketahui dan – oleh karena itu – tidak mampu dicerna dengan logika biasa.”

Sah-sah saja punya motif pribadi yang paling absurd sekalipun. Dia menjadi tragedi karena motif pribadi itu menentukan harga, dan harga itu harus dijadikan kiblat oleh semua stakeholders di bursa saham.

Hanya bisa berdendang. Tralala… trilili…

*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud,  Redaktur Khusus Infrastruktur.co.id

What is your reaction?

0
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly

You may also like

Comments are closed.

More in Bisnis