
Inilah Perbandingan Pejabat dan Rakyat
INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Pejabat negara makin tak tekendali. Sementara rakyat kecil di desa-desa tetap berupaya keras memperjuangkan kelangsungan hiduo.
Pertama, dalam konsep saya, kehormatan terkait dengan karakter bukan posisi.
Terhormat kah pejabat pejabat yang terus menerus melakukan kebohongan palsu khianat, mengambil yang bukan haknya, menghisap darah rakyat?
Terhormat kah negara yang mayoritas pemimpinnya terus menerus. mengunyah barang haram sembari menyemburkan pidato pidato bohong?
Kedua, kesejahteraan tidak semata berurusan dengan materi.
Jalan pagi setiap habis subuh di perkampungan sederhana di Yogyakarta, saya bertegur sapa dengan belasan ibu-ibu tua – boleh jadi setua saya – dengan sepeda butut atau berjalan kaki membawa beban berat, demi sesuap nasi.
Mereka memilih menahan lapar ketimbang menadahkan tangan, apalagi mencuri.
Di sosial media, seorang nenek penjual gudeg di emperan pasar Bringharjo, yang anaknya jadi sarjana ketika ditanya bagaimana menghadapu masalah kekurangan materi, malah balik bertanya: apa itu masalah?

Hasan Zein Mahmud
Di benak saya secara materi mereka berkekurangan, secara kejiwaan lebih sejahtera daripada setiap saat mengunyah hasil rampokan.
Sejahtera di dunia. Akhirat? Mayoritas pejabat Indonesia tidak percaya akhirat itu ada.
*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Infrastruktur.co,id