Awal Mula Pergadangan Mobil Di Nusantara

INDOWORK.ID, JAKARTA: Pembukaan secara massif perkebunan kopi, teh, tebu, dan kina oleh swasta kala itu banyak melahirkan jutawan baru. Pembukaan sumur-sumur minyak baru oleh Royal Dutch Petroleum Company—kini bernama Royal Dutch Shell, pada 1890-an—di Jawa dan Sumatra juga mendorong permintaan terhadap produk otomotif tersebut. 

Perdagangan mobil pun semakin marak untuk kebutuhan sektor perkebunan dan pertambangan. Selain Prottle & Co milik John C. Potter yang sukses mendatangkan mobil pertama ke Indonesia, tercatat nama-nama baru di usaha niaga ini, mereka adalah H. O’Horne dan Jan Spijker.  

Horne, dengan perusahaan dagangnya NV Velodrome, memulai perniagaan dengan mendatangkan mobil merek De Dion Bouton. Mobil jenis roda tiga ini dipamerkan di ruang pamer miliknya di Semarang, Jawa Tengah. Mobil ini cukup menarik perhatian para orang kaya di Semarang dan kota-kota lain sekitarnya. 

Perniagaan mobil di Indonesia semakin menanjak, ketika Potter memasukkan lebih banyak lagi merek mobil ke Indonesia selain Benz, seperti Mark Sarpolet. Memiliki ruang pamer di Surabaya, bisnis dagang Potter semakin berkembang terutama setelah pihak militer mempercayakannya untuk mendatangkan beberapa kendaraan. 

Di Batavia (Jakarta), pedagang mobil pertama bernama J.A. Berkhamer. Dia memulai usahanya pada 1924. Selain itu, terdapat nama H. Jonkhoff yang memasarkan mobil merek Ford, Studebaker, Darraq, Brasier, dan Berliet. Merek Fiat dan Peugeot juga mulai masuk pasar Indonesia.  Para pedagang inilah yang menguasai perniagaan mobil di Indonesia terutama, di tanah Jawa, hingga pecah Perang Dunia kedua.  

You may also like

Comments are closed.

More in Otomotif