Ketoprak Financial Lakon. Kendedes: Harta, Tahta, dan Cinta (foto Sigit Pramono)

Ketoprak Financial, Tunggul Ametung Wafat Bersama AC Teater Besar TIM

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: “Agaknya para pemain ndak hapal script-nya, sampai dipandu Pakde gitu?,” komentar Muhammad Edhie Purnawan, Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI).

Sigit Pramono, bankir senior yang kini lebih banyak bekerja sosial, berkomentar lain. “Innalillahi wa innailaihi rojiun. Tunggul Ametung wafat bersama AC gedung Teater Besar TIM…..”

Arif Budimanta, ekonom sekaligus staf khusus bidang ekonomi Presiden Joko Widodo pun menimpali, “pagelaran berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.”

Begitulah celoteh para tokoh itu ketika menyaksikan pagelaran ketoprak finansial dengan sutradara oleh Aries Mukadi dalam lakon Ken Dedes: Harta, Tahta, Cinta, Jumat, 29 Juli 2022 di Taman Ismail Marzuki.

Pagelaran ini melibatkan banyak eksekutif dari sektor perbankan, asuransi, multifinance, BUMN, lembaga asosiasi keuangan, badan pemerintah, dan perusahaan swasta. Bahkan, Wakil Ketua Komisi XI DPR bagian keuangan dan perbankan Fathan Subchi ikut naik panggung bersama para jurnalis senior.

POLO DAN TESSY

Para bintang Ketoprak Finansial (foto Darto Wiryosukarto)

Sebagai bintang tamu akan hadir pelawak Polo dan Tessy, serta para pemain dari Perhimpunan Wayang Orang Bharata dan para pemain Ketoprak Adhi. Pagelaran Ketoprak Financial ini menjadi arena networking sesama pelaku jasa keuangan, direksi BUMN, asosiasi, akademisi, dan jurnalis senior, serta pemain asli Wayang Orang Bharata dan pemain ketoprak Adhi Budaya.

Produser Eksekutif Pagelaran Ketoprak Financial Ken Dedes: Harta, Tahta, Cinta, Eko B. Supriyanto dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa selain untuk networking dan hiburan, pagelaran ini merupakan sarana sosial untuk melestarikan kebudayaan tradisional ketoprak, mendukung para praktisi kesenian tradisional, dan untuk menggalang dana pendidikan bagi anak kurang mampu di bawah Yayasan Anak Asuh Kita.

“Seluruh hasil penjualan tiket akan disumbangkan ke Yayasan Anah Asuh Kita,” kata Eko.

Pemimpin Redaksi Infobank itu memberikan apresiasi para eksekutif industri keuangan, perbankan, BUMN, DPR, asosiasi, dan akademisi yang mendukung pagelaran ini. “Di tengah kesibukan sebagai profesional, mereka masih memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian kesenian tradisional Indonesia,” kata pegusaha kuliner itu.

Eko berharap pagelaran ini dapat menjadi lilin penerang bagi kesenian tradisi yang sudah lama redup.

BANKIR NAIK PENTAS

Eko B. Suprianto (kiri) produser Ketoprak Financial (foto Darto Wiryosukarto)

Eksekutif perbankan yang ikut bermain, antara lain Alexandra Askandar dan Arief Budimanta dari Bank Mandiri, Rita Mirasari dari Bank Danamon, Meliza Musa Rusli (Bank Permata), Aviliani (Allo Bank), Lisawati (Bank Ganesha), Chaterine Hadiman (HSBC), Royke Tumilaar dan Adi Sulistyowati (BNI), Haru Koesmahargyo (BTN), Romy Widjayanto dan Amirul Wicaksono (Bank DKI), Danny Hartono (Bank MAS), Juanita A. Luthan (Nobu Bank), Joice F. Rosandi (Seabank), Rokidi (Bank Kalbar), serta Vera Eve Liem, Lianawaty Suwono, Haryanto T. Budiman, dan John Kosasih dari BCA.

Eksekutif perusahaan asuransi yang ikut bermain antara lain Dumasi MM Samosir dari Sinar Mas, Priyastomo (Askrindo), dan Nicolaus Prawiro (Cakrawala Proteksi). Sementara itu, dari perusahaan multifinance ada Ketua Umum APPI sekaligus Direktur Utama CSUL Finance Suwandi Wiratno.

EKSEKUTIF BUMN

Para pemain gamelan (foto Sigit Pramono)

Selanjutnya eksekutif dari BUMN ada Sinthya Roesly (PLN), Rivan A. Purwantono (Jasa Raharja), dan Krisna Widjaja (PPA). Dari badan atau lembaga pemerintah ada Anggoro E. Cahyo (BPJS-TK), Chesna F. Anwar (LPEI), Eko Ariantoro (BP Tapera), dan Lies Permana (Transjakarta).

Dari asosiasi dan perusahaan swasta ada Evi Aviatin Ismail (CFO Club Indonesia), Eko Taufik Wibowo (IBI), Achmad Fajar (LPPI), Intan Adams Katoppo (Panasonic Gobel), dan Apri Susanti dari Rintis Sejahtera.

Acara ini memang banyak dukungan dan doa dari para pengusaha karena mengusung idealisme mengembangkan budaya daerah. “Semoga lancar dan sukses acaranya Mas Eko dan segenap pendukung. Mantab, good luck,” kata Iwan Setiawan, boss Rintis Sejahtera.

Ditulis oleh Lahyanto Nadie, Founder Jakarta Weltevreden

 

You may also like

Comments are closed.

More in Humaniora