Saham Bumi, Kepercayaan Lebih Penting Ketimbang Harga

INFRASRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Kepercayaan, lebih penting ketimbang harga dan nilai pasar. Luka yang perih wajar meninggalkan trauma. Di segmen yang tegak di atas kepercayaan, wajar kalau sebagian investor berpegang terhadap petuah tua: Sekali lancung keujian seumur hidup orang tak percaya.

Dulu, saat harga saham BUMI mencapai Rp8.600 dan Aburizal Bakrie (Ical) dinobatkan sebagai orang terkaya Indonesia, BUMI, beberapa kali, saya jadikan bahan diskusi kasus di kelas saya di MM IBII (kini Kwik Kian Gie School of Business).

Lalu terjadilah gelombang leverage buyout yang tidak rasional. BUMI nyaris dikebumikan. Tenggelam belasan tahun. Defisiensi modal. Restrukturisasi utang yang nyaris tak kunjung selesai.

POTENSI PUNDAMENTAL

Saya tak pernah meragukan potensi fundamental BUMI. Posisinya sebagai produsen terbesar batu bara di Indonesia. Harga cadangannya yang masih dihargai murah oleh pasar.

PT Bumi Resources Tbk atau Bumi Resources adalah salah satu perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia. Perusahaan ini bertindak sebagai induk untuk sejumlah anak usaha. Pada daftar Forbes Global 2000 tahun 2012, Bumi Resources menempati peringkat ke-1898.

Didirikan pada 26 Juni 1973 dan berkantor pusat di Jakarta, jumlah karyawan mencapai 864 orang (2022) dengan pendapatan US$4,653 miliar. Ia memiliki anak perusahaan PT Arutmin Indonesia dan PT Sitrade Coal.
*)Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Indowork.id

You may also like

Comments are closed.

More in Bisnis