PT Wijaya Karya Mengalami Perkembangan Yang Pesat Semenjak Go Public

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Semenjak go public pada 2007, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau WIKA mengalami banyak perubahan. Bukan hanya kinerja finansialnya saja yang tumbuh pesat, melainkan juga kinerja non finansialnya.

Ditopang oleh keunggulan sumber daya manusia (SDM) dan faktor kepemimpinan (leadership) yang kuat, bisnis WIKA tumbuh tinggi, rata-rata di atas 20% per tahun dan meluas ke berbagai bidang bisnis baru serta telah beroperasi di pasar internasional. WIKA telah jauh berubah dari awal mula yang hanya merupakan perusahaan instalatur listrik dan pipa air, kini menjadi perusahaan jasa konstruksi yang disegani.

Perjalanan waktu membuktikan bahwa WIKA selalu berani mencoba sesuatu yang baru dengan perhitungan terukur. Ketika perusahaan kontraktor lain belum terpikir untuk bergerak di usaha manufaktur beton pracetak, WIKA sudah mendirikan sejumlah pabrik beton di berbagai wilayah.

Ketika perusahaan kontraktor lain masih meraba-raba bisnis Engineering, Procurement & Construction atau EPC (rancang-bangun, pengadaan, dan konstruksi) WIKA telah jauh-jauh hari sebelumnya terjun ke bisnis itu. Dalam perjalanannya, WIKA terus memberanikan diri memasuki wilayah-wilayah usaha baru dan kini telah jauh melangkah ke bidang investasi pada saat perusahaan kontraktor lain belum melirik bidang tersebut.

Berawal Dari Perusahaan Kecil

Tak terbayangkan sebelumnya ada perusahaan yang awalnya hanya menerima order pemasangan instalasi listrik dan air lambat laun berkembang menjadi perusahaan investasi berskala besar. Di samping berhasil membangun berbagai proyek konstruksi berkelas, aneka produk industri terkait sektor konstruksi, dan produk properti yang laris, bisnis WIKA juga telah memasuki fase baru dengan merambah segmen pasar minyak dan gas, kelistrikan, dan proyek-proyek industrial plant.

Bahkan, WIKA pula yang telah lebih dahulu merambah pasar luar negeri ketimbang perusahaan kontraktor lainnya. WIKA merepresentasikan diri sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak hanya turut menorehkan sejarah panjang pembangunan Indonesia.

Melainkan juga BUMN yang terus berusaha menemukan jati diri baru, yang lebih baik, dan lebih berdaya saing serta tidak ragu-ragu mereposisi diri menjadi BUMN yang siap berkompetisi di kancah internasional.

Ke depan, WIKA menargetkan diri menjadi salah satu perusahaan EPC dan investasi terintegrasi terbaik di Asia Tenggara. Inilah VISI 2020 yang dikumandangkan WIKA untuk menatap masa depan.

Dengan visi baru itu, WIKA menegaskan siap bersaing di kancah regional. Jika Tuhan mengizinkan, WIKA akan mendapatkan posisi terhormat di kawasan regional atau menjadi “Bintang Asia” baru yang disegani.

Kekuatan dari Great Business dan Great People

Bagaimana WIKA berhasil berkembang sedemikian rupa? hal tersebut bisa terjadi dikarenakan WIKA berani melakukan transformasi dari sisi visi, portofolio bisnis, wilayah pasar, segmen pasar, dan pengelolaan sumber daya manusia.

Artinya, WIKA memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan usahanya (corporate adaptability), tidak berjalan di tempat atau mengalami stagnasi. Ia tergolong perusahaan progresif dan berkelanjutan (sustain). Inilah yang dimaksud dengan great business WIKA.

Namun, harus digarisbawahi bahwa kemampuan WIKA bertransformasi tidak dapat dilepaskan dari kemampuan WIKA memilih orang-orang yang tepat dalam mewujudkan bisnisnya. Orang-orang yang tepat akan menghasilkan prestasi maksimal bagi perusahaan dan negaranya.

Inilah yang dimaksud dengan great people. Orang-orang yang tepat ini diperoleh dengan cara senantiasa melakukan penyempurnaan dalam hal rekrutmen, pengembangan, attract & retain karyawan, hingga dalam hal melakukan kaderisasi kepemimpinan perusahaan.

Berkat keunggulan SDM dan faktor kepemimpinan yang kuat pula, maka WIKA tidak hanya mampu melipatgandakan kekuatan finansial sebagai tangible asset perusahaan, tetapi juga mampu me-leverage atau menungkil kekuatan intangible assets-nya, baik yang bersifat internal (seperti knowledge management, sistem manajemen, sistem informasi, sinergi WIKA) maupun yang bersifat eksternal (customer satisfaction dan brand image).

Pertumbuhan usaha WIKA tidak hanya mengandalkan penciptaan nilai (value creation) yang berasal dari kekuatan tangibles, tetapi juga dari kekuatan intangibles-nya. Kombinasi dari kedua kekuatan inilah yang mengantarkan WIKA bisa melewati riak gelombang dan krisis (sustain), memberikan keunggulan (competitive edge). Dengan begitu WIKA mampu membawa perusahaan ke arah yang jauh lebih hebat dibanding sebelumnya.

You may also like

Comments are closed.

More in Bisnis