Inilah 5 Fakta Tentang Pasar Valuta Asing

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Ada beberapa pertanyaan yang diajukan kepada saya tentang pasar valuta asing. Foreign exchange, FX market.

Pengalaman kerja 10 tahun di Bursa Berjangka Jakarta, tidak membuat saya memiliki pemahaman yang memadai tentang segmen pasar finansial yang satu ini. Boleh jadi karena saya belum pernah terjun sebagai pelaku. Di luar jual beli fisik bank notes lewat money changers.

Berikut sedikit yang saya ketahui:

Pertama, Segmen pasar keuangan yang terbesar, baik volume maupun nilai. Hadirnya instrumen derivatif yang menggunakan perbandingan kurs sebagai underlying asset, membuat pasar valas makin menggelembung.

Kedua, Bukan pasar yang terorganisasi. Desentralisasi. Didominasi oleh bank bank internasional yang besar. Karena itu sering disebut “interbank market”, bank bank besar itu berada di lapisan utama. Di bawahnya ada pasar over the counter yang tersebar ke seluruh dunia, melalui global network.

Ketiga, Yang ditransaksikan bukan nilai absolut mata uang tapi perbandingan antara sepasang mata uang. Transaksi berlangsung simultan di seluruh dunia. 5,5 D / 24 H

Keempat, Awalnya tujuan utamanya untuk menopang international trade settlement, dengan menyediakan sarana konversi antar mata uang. Kenyataannya mayoritas digunakan untuk tujuan spekulasi.

Kelima,  Subjektif, saya tidak menyukai pasar valas. Terlalu didonimasi oleh USD. Praktis yang paling ramai ditransaksikan adalah pasangan USD dengan mata uang lain.

Faktor fundamental apakah yang membuat suatu mata uang menguat atau melemah?

Yang ada dalam benak saya adalah faktor faktor seperti: pertumbuhan ekonomi; daya tahan ekonomi terhadap goncangan internal dan eksternal, ekspor yang besar dan meningkat, neraca transaksi berjalan yang surplus, cadangan devisa yang besar, ketergantungan yang moderat terhadap barang impor dan utang luar negeri yang terkelola baik.

*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Infrastruktur.co.id