Karir Politik, Anies Ikut Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Dalam buku Pemimpin dan Kepemimpinan yang ditulis oleh Kartini Kartono (2002), teori genetik kepemimpinan menyebutkan pemimpin itu tidak dibuat tetapi muncul karena bakat-bakatnya yang luar biasa.

Seorang pemimpin memang ditakdirkan karena situasi. Teori ini sarat akan determinisme.

Artinya, menganggap setiap kejadian atau tindakan, baik yang menyangkut jasmani maupun rohani, merupakan konsekuensi kejadian sebelumnya dan ada di luar kemauan.

Anies Rasyid Baswedan terpilih menjadi Gubernur DKI jakarta pada 16 Oktober 2017 lewat Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017. Anies menang di putaran kedua setelah menyisakan dua pasangan calon dari tiga pasangan kandidat di putaran pertama.

KARIR POLITIK

Sebelum menjadi gubernur, karir Anies di bidang politik nasional sudah dimulai. Pada 27 Agustus 2013, Anies mulai menggeluti dunia politik setelah dirinya bergabung dalam Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. Saat itu pada konvensi ini terbuka untuk kader internal maupun eksternal.

Anies kemudian menerima amanat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla. Dia menjadi salah satu menteri dari kalangan profesional di kabinet.

Gebrakan pertamanya sebagai menteri adalah perubahan mekanisme pelaksanaan Ujian Nasional, Kurikulum 2013, dan sertifikasi guru.

Suatu nilai lebih, komitmen memimpin DKI Jakarta tergambar meski sempat digadang-gadang mengajukan diri menjadi calon presiden. Anies memutuskan tidak maju dalam pemilihan presiden 2019 dan tetap kukuh memegang jabatan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta selama masa jabatannya belum selesai.

Kebanyakan pemimpin yang kharismatik terlahir dari rahim takdir. Anies sudah menunjukkan bakat sebagai seorang pemimpin sejak usia sekolah, mahasiswa, dan menapaki jenjang karir.

Anies adalah pemimpin yang tegas. Dia selalu berusaha membuat kebijakan yang berlandaskan sikap jujur, elegan, percaya diri, dan bertanggung jawab.

Beberapa sifat lain yang membantu kepemimpinannya adalah kecerdasan. Dia adalah pemimpin yang cakap dalam berbicara, menafsirkan, dan penalaran yang kuat.

Anies adalah pemimpin yang meyakinkan. Hal itu tidak terlepas dari kompetensi dan keahliannya. Dia bahkan memiliki sifat inisiatif yang tinggi, ketekunan, pengaruh, dan kontrol terhadap evaluasi kebijakan.

Integritas membuat dirinya pemimpin yang bersih dari kasus. Dia bahkan merupakan pemimpin yang memiliki jiwa sosial, menyenangkan, ramah, dan santun. Anies memimpin dengan gaya yang kharismatik.

Selain itu, dia juga sangat demokratis. Kedua hal itu digunakan untuk membujuk masyarakat agar dapat bekerja sama mendukung program dan kebijakannya. Dia mudah diterima di tengah masyarakat.

Karena kharisma yang dimilikinya, dia dekat dengan rakyat, sehingga memudahkan ketika menyampaikan langsung apa yang menjadi gagasannya. Kepercayaan menjadi modal dasar sebagai kekuatan pendukung kepemimpinannya.

You may also like

Comments are closed.

More in Humaniora