Ambil Langkah IPO, Manajemen Perusahaan Tingkatkan Kinerja

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Lebih dari sekadar mendapatkan dana segar, langkah IPO ternyata juga memberikan dampak yang lebih luas kepada cara pandang manajemen WIKA terhadap lingkungan eksternalnya.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan WIKA, Ganda Kusuma mengungkapkan bahwa sebelum IPO, manajemen WIKA dahulunya dapat dikatakan bersifat tertutup dan kurang pergaulan. Akan tetapi, setelah IPO, manajemen WIKA mulai terbiasa bersifat terbuka.

WIKA menjelaskan segala sesuatu mengenai perkembangan kinerjanya kepada berbagai pihak, seperti kepada para investor individual, investor institusional, investor asing, regulator, analis saham, dan media massa.

Dengan menjalankan prinsip keterbukaan informasi, sebagaimana tuntutan kepada perusahaan publik, manajemen WIKA belajar banyak hal. Diantaranya adalah soal administrasi perusahaan yang jauh sebelum IPO mengandung banyak kelemahan segera dibenahi menjadi lebih baik menjelang IPO.

Misalnya, kini semua file dokumen perusahaan yang berhubungan dengan masalah legal dipindai dan disimpan rapi. Begitu juga dengan hal-hal yang menyangkut Good Corporate Governance (GCG).

Prinsip-prinsip GCG yang sebelumnya tidak terlalu mendapat perhatian lambat laun mulai banyak dipelajari dan diterapkan. Manajemen WIKA sadar betul bila prinsip-prinsip GCG dilanggar, maka dampaknya akan negatif bagi posisi WIKA.

Tolak Ukur Keberhasilan

Langkah go public mentransformasi atau mengubah WIKA dalam banyak hal. Sebelumnya manajemen WIKA lebih banyak melaporkan perkembangan usahanya ke Kementerian. Sekarang WIKA juga harus memberikan laporan yang setara kepada pemegang saham publiknya.

Setelah menjadi perusahaan terbuka, aturan yang mengikat WIKA bertambah banyak, yang mengawasi lebih banyak, dan mereka lebih dalam juga dalam meneropong keadaan WIKA.

Loso Judijanto (2008) mengungkapkan bahwa salah satu tolak ukur keberhasilan program transformasi BUMN antara lain ditunjukkan oleh perubahan status BUMN dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan publik. Pencapaian WIKA menjadi perusahaan publik tentu menjadi bukti nyata kesuksesan transformasi WIKA.

Dengan menjadi perusahaan terbuka, WIKA tunduk pula pada displin pasar modal. Sebagai perusahaan publik, manajemen WIKA mau tak mau juga harus diperkuat.

Konstelasi kepengurusan dan organisasi perusahaan berubah yang antara lain ditandai oleh adanya penambahan komisaris independen dalam jajaran dewan komisaris. Jadi, perangkat-perangkat perusahaan diperkuat, termasuk juga sekretariat perusahaan.

Menghadapi investor asing juga menjadi pengalaman baru bagi manajemen WIKA setelah melantai di bursa. Kepemilikan saham WIKA sebelumnya lebih banyak dikuasai oleh investor dalam negeri, namun perlahan tapi pasti mulai digeser oleh asing.

Pada 2009, kepemilikan asing telah merangkak naik sebesar 3% dan kini dari 35% saham yang dilepas ke pasar, maka 20% di antaranya telah dipegang oleh asing.

Direksi WIKA awal mulanya cukup terkaget-kaget saat awal bertemu dengan para investor asing. Namun, seiring makin besarnya kepercayaan asing terhadap WIKA, pertemuan berkala dengan para investor asing makin banyak digelar dan sekarang telah menjadi agenda rutin.

Go International

Sebagai perusahaan konstruksi asal Indonesia, Direksi WIKA bangga bisa melakukan eksibisi hingga ke Inggris dan bahkan sudah ada permintaan untuk roadshow ke Amerika. Akan tetapi, menimbang volume perdagangan saham WIKA yang belum terlalu besar dari Amerika, WIKA konsentrasi dahulu di Asia.

Perubahan signifikan lain yang dialami WIKA pasca go public adalah menyangkut kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) WIKA. Program CSR dilakukan lebih dari sekadar untuk memenuhi ketentuan anggaran dasar perusahaan atau Undang-Undang Perseroan Terbatas. Hal serupa juga terjadi dalam kegiatan peduli lingkungan WIKA.

You may also like

Comments are closed.

More in Bisnis