Multiplayer Effect Pembangunan Infrastruktur

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Pembangunan infrastruktur sejak 2016-2022 memberi dampak luas (multipier effect) sosial dan ekonomi. Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai wilayah dan terdiri dari berbagai sektor. Antara lain, teknologi informasi, perkebunan, pengadaan air bersih, pengolahan hasil tambang, dan kawasan ekonomi khusus.

Sebagai contoh, untuk sektor hulu migas, saat ini terdapat empat proyek pengembangan lapangan hulu migas dengan estimasi total investasi sebesar USD53 miliar dengan potensi produksi gas bumi sebesar 23,3 metrik ton per tahun (MTPA) atau 3,3 miliar kaki kubik per hari (BCFD).

Dari sektor perkeretaapian, telah beroperasinya sistem transportasi light rail train (LRT) dan mass rapid train (MRT) pertama di Indonesia. Selain itu, panjang jalur KA PSN di beberapa daerah yang akan terbangun hingga 2024 mencapai lebih dari 1.000 km.

Kontribusi dari PSN sektor irigasi, telah terbangun tambahan jaringan irigasi untuk mengairi sawah seluas 865,4 hektare dalam rangka mendukung program ketahanan pangan.

Sektor teknologi ditandai dengan selesainya proyek Palapa Ring paket barat, tengah, dan timur melayani 440 kota/kabupaten, meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB) 4,5%–6,4%, dan menciptakan 200.000 lapangan kerja dalam 10 tahun.

Adapun dari bidang air bersih dan sanitasi, selama 2016–Juni 2022 terdapat tiga proyek SPAM dengan skema KPBU yang sudah selesai. Tiga proyek SPAM tersebut menambah layanan lebih dari 2 juta orang.

Dari sektor bendungan, sebanyak 50 bendungan PSN telah terbangun, menambah persediaan air baku sebesar 2,73 miliar m3, mereduksi potensi banjir sebesar 10.300,74 m3/detik, meningkatkan pasokan air baku sebesar 13,290 lt/detik, mengairi sawah seluas 288 ribu hektare, dan memproduksi 145 megawatt (MW) listrik.

Dari sektor transportasi, sebanyak 14 proyek bandara yang menambah layanan kapasitas penumpang hingga mencapai 40 juta penumpang per tahun secara keseluruhan.

Beberapa bandara yang mengalami peningkatan kapasitas signifikan seperti pembangunan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo, dan Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru.

PSN ketenagalistrikan menyumbang tambahan suplai sebanyak 15.984 MW dan 13.412 MW sedang dalam tahap konstruksi. Suplai tambahan itu juga diperkuat dengan pengoperasian Central-West Java Transmission Line 500 KV sepanjang 1.172 km melintasi 20 kabupaten/kota dan 358 desa yang telah menyerap 4.978 tenaga lokal.

Untuk kelancaran konektivitas melalui pembangunan jalan tol sudah beroperasi dengan panjang jalan mencapai 2.578 km hingga 2022, sedangkan panjang jalan tol yang sedang dalam tahapan konstruksi mencapai 729 km.

Tercatat dalam kurun waktu delapan tahun terakhir, pertambahan panjang jalan tol di Indonesia mencapai tiga kali lipat dari periode sebelumnya.

Sektor pelabuhan ditandai dengan beroperasinya Pelabuhan Hub Internasional dan empat Pelabuhan Strategis lainnya di Indonesia yang berpotensi menambah volume kargo sebesar 25 juta twenty foot equivalent unit’s (TEU’s) di tahun 2035.

Selain itu, hingga 2022 juga telah selesai 8 proyek Kawasan Industri, 10 proyek kawasan ekonomi khusus, dan 6 proyek smelter yang mempunyai peran strategis sebagai pendukung sentra ekonomi daerah.

You may also like

Comments are closed.

More in Headline