VinFast, Merek Otomotif Terbaru dari Vietnam yang Menjanjikan

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Dibandingkan Indonesia dan Malaysia di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), Vietnam terbilang baru membangun industri mobil nasionalnya. Tepatnya tujuh tahun lalu (2015). Yang menarik dari program mobil nasional Vietnam ini adalah program ini bukan program pemerintah atau negara melainkan program pihak swasta.

Program mobil nasional Vietnam terbaru dilakukan oleh VinFast Trading and Production LLC, anak usaha Vingroup JSC. Vingroup adalah kelompok usaha besar di Vietnam yang menguasai bisnis properti, hotel, layanan kesehatan, teknologi, taman hiburan, dan lain-lain.

Mengenal VinFast, Anak Usaha Vingroup yang Berambisi Menjadi Merek Otomotif Global

Pada 2017, Vingroup yang dimiliki konglomerat Pham Nhat Vuong rela merogoh uang hingga US$ 3,5 miliar atau setara Rp49 triliun untuk anak usaha terbaru di bisnis otomotif ini. Dari besarnya nilai investasi tersebut, VinFast sangat sungguh-sungguh ingin menjadi merek otomotif Vietnam pertama yang diperhitungkan oleh merek global. Merk global seperti Toyota, Ford, dan Honda yang kuat di pasar otomotif Vietnam.

Belajar dari pengalaman, VinFast tidak ingin bernasib seperti Xuan Kien Automobile. Yaitu perusahaan otomotif lokal yang memproduksi mobil nasional dengan merek Vinaxuki, tapi gagal bersaing dan akhirnya gulung tikar pada 2015.

Menurut data ASEAN Automotive Federation (AAF), pasar mobil di Vietnam sekitar 300.000 unit per tahun. Namun, dengan pasar hanya sekitar 300.000 unit per tahun itu, Vietnam tetap berani membangun mobil nasional sendiri.

Data AAF tahun 2019 juga menyebutkan volume produksi industri otomotif Vietnam mencapai 176.632 unit. Berdasarkan volume produksi tersebut, Vietnam berada di peringkat ke-4 industri otomotif ASEAN. Setelah itu Thailand yang berada di peringkat ke-1 dengan volume produksi 2.013.710 unit. Lalu ada Indonesia ke-2 (1.289.847 unit), dan Malaysia (571.632 unit).

Pabrikan Mobil Nasional Vietnam yang Diakui di Dunia Internasional

Merek VinFast diperkenalkan pertama kali sebagai mobil nasional Vietnam di pameran otomotif dunia, Paris Motor Show 2018. Vinfast langsung memperkenalkan dua tipe mobil sekaligus ke publik dunia, yakni VinFast Lux A2.0 (sedan) dan Lux SA2.0 (SUV).

Debut global mobil nasional VinFast saat itu dihadiri langsung oleh pesepakbola dunia dan legenda klub Manchester United David Beckham yang berperan sebagai brand ambassador VinFast. Peristiwa ini cukup menarik perhatian dunia, karena nama VinFast sendiri benar-benar baru di industri otomotif global. Apalagi, Vinfast mampu membuat Beckham bersedia menjadi dutanya.

Penampilan perdana merek VinFast ini terbilang cepat karena hanya selang satu tahun setelah pusat manufakturnya di kawasan industri Dinh-Vu Cat Economic Zone, Haipong, resmi beroperasi. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 250.000 unit dalam lima tahun pertama.

Setahun kemudian (2019) mobil VinFast resmi dipasarkan di pasar domestik Vietnam dengan menawarkan tiga model sekaligus. Model itu yakni VinFast Lux SA2.0, VinFast Lux A2.0, dan VinFast Fadil. Selain memasarkan mobil, VinFast juga memasarkan tiga model skuter listrik dengan merek Ludo, Impes, dan Klara.

Selain memasarkan VinFast Lux A2.0 dan Lux SA2.0 yang diperkenalkan di Paris Motor Show 2018, VinFast juga memasarkan Fadil, mobil hatchback hasil kerja sama dengan General Motors (GM), merek otomotif asal Amerika Serikat. VinFast Fadil mengusung mesin 1.4L yang ditawarkan mulai harga 450 juta dong, setara US$ 19.400 atau Rp270 jutaan.

Bisnis Otomotif VinFast: Sukses Berkat Kolaborasi dengan Perusahaan Asing

VinFast Fadil bisa dikatakan sebagai kolaborasi pertama Vingroup dengan GM sebagai salah satu mitra asingnya untuk memasuki bisnis otomotif. Selain menyumbangkan banyak tenaga ahli ke VinFast, GM juga pada Juni 2018 setuju untuk menjual secara penuh kepemilikannya di pabrik GM Hanoi ke VinFast untuk memproduksi mobil kecil di bawah lisensi global GM mulai 2019.

Sementara model VinFast Lux SA2.0 dan Lux A2.0 merupakan kolaborasi banyak pihak, seperti sektor mesin membawa mesin turbo BMW 2.0 –menggunakan platform BMW X3 dan 5 Series. Kemudian komponennya hasil pengembangan perusahaan Kanada Magna International dan desainnya hasil karya rumah desain terkenal asal Italia, Pininfarina.

Inilah strategi kunci VinFast sehingga bisa mengembangkan dan memasarkan tiga model mobil nasional Vietnam dengan cepat dalam tempo kurang dari dua tahun sejak 2017.

Mobil hatchback Vinfast Fadil merupakan salah satu model terlaris di segmennya. Pada April 2021 VinFast Fadil mencatat kenaikan penjualan sebesar 18,8 persen menjadi 1.559 unit. Sementara sedan VinFast Lux A2.0 dan SUV VinFast Lux SA2.0 masing-masing mencatat volume penjualan 627 unit dan 531 pada April 2021.

Secara keseluruhan di periode Januari-April 2021, total penjualan mobil VinFast mencapai 9.566 unit dengan rincian model Fadil terjual 5.707 unit, Lux A2.0 (2.085 unit), dan Lux SA2.0 (1.774 unit). Sementara pada tahun 2020, VinFast mencatat total penjualan 29.485 unit, tumbuh dari 2019 yang tercatat 15.300 unit.

VinFast: Perusahaan Otomotif yang Dibangun dengan Tekad dan Investasi Besar

Dengan total pasar mobil Vietnam sekitar 300.000 unit per tahun, maka VinFast memiliki pangsa pasar sekitar 10 persen sejak masuk ke pasar domestik pada 2019.

Sebagai mobil nasional baru Vietnam, VinFast memiliki tiga fase utama dalam rencana kerja menjadi merek otomotif dunia. Fase pertama dimulai pada 2017-2019 yang dinamakan sebagai “Phase I: Foundation”.

Sementara “Phase 2: Acceleration” dilakukan pada 2020-2021 dan “Phase 3: Going Global” dimulai pada 2022, seperti dikutip dari laman resmi Vinfastauto.com.

Sebagai realisasi fase keduanya, perusahaan telah meluncurkan tiga model baru di segmen mobil listrik, yakni VF31, VF32, dan VF33 pada awal 2021. Ketiga model SUV ini menawarkan desain kuat dengan dukungan teknologi steering and self-driving assistance serta fitur-fitur keamanan pintar lainnya.

What is your reaction?

0
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly

You may also like

Comments are closed.

More in Otomotif