Bendungan Ameroro Perkuat Pasok Air Baku dan Irigasi di Konawe

INFRASTRUKTUR.CO.ID, KONAWE: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pembangunan Bendungan Ameroro untuk memperkuat suplai air baku dan irigasi di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sebagai daerah penyangga Kota Kendari sebagai Ibu Kota Sulawesi Tenggara, Kabupaten Konawe diperkirakan akan terus berkembang salah satunya melalui pengembangan industri nikel serta sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang membutuhkan air baku bersumber dari bendungan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bendungan bertujuan untuk peningkatan volume tampungan air sehingga suplai air irigasi ke lahan pertanian terus terjaga, penyediaan air baku, dan pengendalian banjir.

Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. “Bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata di mana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Menteri Basuki.

KAPASITAS TAMPUNG

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari Kementerian PUPR Agus Safari mengatakan Bendungan Ameroro memiliki kapasitas tampung 98,81 juta m3  diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan air baku sebesar 0,51 m3/detik. Suplai tampungan air Bendungan Ameroro juga diproyeksikan untuk menyediakan air baku bagi daerah-daerah industri nikel yang berkembang di Konawe.

Bendungan Ameroro membendung Sungai Ameroro yang merupakan anak sungai dari Sungai Konaweha memiliki fungsi utama untuk mereduksi banjir di wilayah Konawe sebesar 443 m3/detik. Bendungan yang berada di Desa Tamesandi, Kabupaten Konawe ini merupakan bagian dari pengelolaan wilayah Sungai Lasolo Konaweha yang selanjutnya ditampung bendungan untuk  mengurangi risiko banjir daerah hilir di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Bendungan Ameroro juga berpotensi menambah layanan daerah irigasi seluas 3,363 hektare di Kabupaten Konawe. “Suplai air irigasi dari bendungan dapat membantu petani meningkatkan intensitas tanamnya jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya satu kali dalam setahun,” kata Agus.

Bendungan Ameroro mulai dikerjakan pada Desember 2020 dengan biaya APBN sebesar Rp1,6 triliun. Pembangunan Bendungan Ameroro dilaksanakan dalam 2 paket pekerjaan, yakni Paket I oleh kontraktor PT Wijaya Karya-PT Sumber Cahaya Agung-PT Basuki Rahmanta Putra (KSO) dan Paket II PT Hutama Karya- PT Adhi Karya (KSO). “Saat ini progres konstruksinya mencapai 71% dengan target selesai November 2023,” kata Agus.

Bendungan Ameroro masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 untuk menambah jumlah tampungan air di Sulawesi Tenggara dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan ketersediaan air.  (Jay)
Sleep deprivation””

Sleep plays a vital role in ensuring our overall health and well-being, yet many of us fail to get the recommended seven to nine hours of shut-eye each night. Sleep deprivation can have serious consequences, ranging from mental fatigue and poor decision making to the diminishing of regulatory functions, including those that affect our eating and exercising habits.

Regular and proper amounts of sleep are necessary for our cognitive capacity and ability to regulate physiological processes, such as metabolism and growth. Studies have shown that without the proper amount of sleep hormones that facilitate hunger can increase, causing us to eat more than we normally would. Other hormones are affected as well, and when we are sleep deprived they can cause a decrease in our energy level, leaving us feeling exhausted and making it difficult to be physically active.

Sleep deprivation is thought to also have adverse effects on our cognitive processes, including memory loss and difficulty concentrating. Studies have also reported that sleep deprivation places an individual at an increased risk for developing mental illnesses such as depression and anxiety.

In addition to the physical and mental consequences of lack of sleep, sleep deprivation can lead to an increase in risk-taking behavior, such as drinking and driving. This type of behavior, along with the slowed reaction time that occurs when someone is sleep deprived, can be a dangerous combination.

Getting enough sleep is an important factor of a healthy lifestyle, and those suffering from sleep deprivation should seek medical advice and develop healthy habits to promote better sleep. Eating a balanced diet, avoiding heavy exertion close to bedtime, and maintaining consistent daily sleep/wake routines can all go a long way toward improving your quality of sleep. If sleep problems persist, a visit to a medical professional may be necessary.

Though it is not always easy to make the time for proper amounts of sleep, doing so is an important part of maintaining a healthy body and mind. Without adequate rest, detrimental effects may be experienced and can even put one’s safety at risk. So make sure you take the time to get the rest your body needs.

You may also like

Comments are closed.

More in Bisnis