PT Jasamarga Transjawa Tol Menerima Tiga Sertifikasi ISO Tahun 2022, Terapkan Manajemen Mutu

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menerima tiga sertifikasi International Organization for Standardization (ISO) tahun 2022. Sertifikasi standar internasional yang diperoleh PT JTT ini meliputi ISO 9001 : 2015 untuk Standar Sistem Manajemen Mutu, ISO 45001 : 2018 untuk Standar Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3), dan ISO 14001 : 2015 untuk Standar Sistem Manajemen Lingkungan.

Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dan Lingkungan (SM-MK3L) diberikan oleh British Standards Institution (BSI) kepada PT JTT pada acara Penyerahan Sertifikat SM-MK3L yang dilangsungkan di Kantor Pusat PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Senin (13/03).

Hadir dalam kegiatan ini Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Jasa Marga Pramitha Wulanjani, Direktur Utama PT JTT Rudi Kurniadi, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT JTT Siti Sarah, Country Manager BSI Group Indonesia Nolia Natalia, dan Customer Relation Manager BSI Marina Aryanti.

Jasa Marga dengan dukungan Manajemen dan Direksi Holding Jasa Marga menargetkan seluruh Kantor Regional dan Entitas Anak Perusahaan Jasa Marga Group dapat meningkatkan kepedulian pelaku usaha dalam menerapkan kegiatan usahanya yang memperhatikan nilai-nilai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di setiap proses bisnisnya.

Sebelumnya, Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division dan Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division juga telah mendapatkan sertifikasi ISO yang sama.

Direktur Utama PT JTT Rudi Kurniadi

Direktur Utama PT JTT Rudi Kurniadi menjelaskan manfaat sertifikasi Sistem Manajemen Standar ISO SM-MK3L bagi perusahaan, “Perolehan sertifikasi ISO SM-MK3L dapat meningkatkan kredibilitas Perusahaan. Tentunya nilai tambah yang diperoleh menjadi dasar komitmen yang kuat bagi seluruh karyawan agar terus meningkatkan kinerja dan menjaga sustainability di setiap proses bisnisnya,” ujar Rudi.

Rudi menambahkan, “Dalam upaya mempertahankan perolehan sertifikasi ISO ini perusahaan harus mengembangkan dan meningkatkan dokumentasi pekerjaan, mengembangkan kompetensi organisasi, memantau dan mengevaluasi kinerja secara teratur, menerapkan perbaikan atau peningkatan kinerja yang berkelanjutan, dan menerapkan Budaya K3 pada setiap kegiatan perusahaan,” tutupnya.

Country Manager BSI Group Indonesia Nolia Natalia dalam sambutannya menyampaikan, “Sertifikasi standar ISO ini akan dikaji ulang setiap tahun dan tentunya harus dilakukan audit secara terus menerus. Sistem Manajemen Mutu dibutuhkan agar perusahaan mempunyai kinerja yang optimal,” ungkap Nolia.

Nolia memberikan apresiasi kepada PT JTT, “Kami ucapkan selamat kepada PT JTT atas pencapaian yang luar biasa karena proses sertifikasi SM-MK3L dicapai hanya dalam kurun waktu 4 bulan saja yaitu sejak Agustus hingga Desember 2022. Kedepannya diharapkan perusahaan dapat menuju level manajemen sistem yang lebih terintegrasi,” ujarnya.

PT JTT merupakan sub holding dari Jasa Marga, dengan persentase kepemilikan saham Jasa Marga sebesar 99% dan Koperasi Konsumen Karyawan Jalin Margasejahtera sebesar 1%. Ruas jalan tol wilayah pengelolaan PT JTT membentang sepanjang 676 KM dari Cikampek hingga Surabaya.

PT JTT mengelola 13 ruas jalan tol yang terdiri dari 4 ruas segmentasi yaitu Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Palimanan-Kanci, Semarang Seksi A,B,C, Surabaya-Gempol dan 9 ruas penyertaan saham yaitu Mohamed Bin Zayed, Batang-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono-Kediri, Surabaya-Mojokerto, Gempol-Pandaan, Pandaan-Malang, dan Gempol-Pasuruan.

You may also like

Comments are closed.

More in Bisnis