Rahmat Shah Buka WDD, Kadipaten Pakualaman Suguhkan Beksan Tyas Muncar

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Rahmat Shah, mengenakan pakaian adat Melayu Deli. Ketua Dewan Pembina Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) itu membuka World Dance Day di Kota Tua. Kadipaten Pakualaman menyuguhkan tari Beksan Tyas Muncar.

“Kalau tidak karena tinta, tak akan kubuatkan puisi. Kalau tidak karena cinta budaya, tak akan kita kumpul di sini,” begitu pantun Presiden Rahmat International Wildlife Museum & Gallery tersebut. Hadirin pun tepuk tangan bergemuruh.

Rahmat didampingi oleh Ketua KSBN Herdardji Supandji, Ketua Panitia Enny Sukistyowati, Walikota Jakarta Barat Uus Kuswanto, Bupati Mukomuko Sapuan, GKBRAA Paku Alam Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu, dan Ketua KSBND DKI Jakarta Imron Yunus. 

Tema WDD 2023 adalah World Dance Frienship with Respect and Excellence.

Rahmat sengaja datang ke Jakarta untuk membuka acara yang diikuti oleh tujuh negara tersebut. Mereka mempersembahkan tari dari negara masing-masing. “Di sini kita bersama membangun kepedulian untuk membina budaya di seluruh dunia,” kata ayah dari Raline Shah itu.

Raline Rahmat Shah, yang lebih dikenal sebagai Raline Shah adalah seorang artis, model, penyanyi, pengusaha, dan mantan pemegang gelar kontes kecantikan Indonesia keturunan Afghanistan. Ia berkompetisi pada kontes Puteri Indonesia 2008 dengan mewakili Sumatra Utara, di mana ia meraih posisi sebagai 3rd Runner-up

Ketua Umum KSBN Herdardji Supandji mengatakan bahwa ada 12 provinsi yang menyumbangkan tariannya. Setiap kegiatan KSBN memiliki tiga dimensi yakni budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

BEKSAN TYAS MUNCAR

Nyi MR Setyorukmi, GKBRAA Paku Alam, dan Rahmat Shah

Setelah acara pembukaah, Kadipaten Pakualaman menyuguhkan Beksan Tyas Muncar. “Tari ini diciptakan pada masa pemerintahan GGPAA Paku Alam X pada 2021,” kata Nyi MR Setyorukmi.

Ia menceritakan bahwa di lingkungan istana sudah diketahui bahwa sang permaisuri selalu mengenakan batik sebagai busana sehari-hari. “Berawal dari kecintaannya terhadap batik lalu tumbuhlah keinginan untuk mengembangkannya di Pura Pakualaman,” kata wanita yang akrab disapa Anggi tersebut.

Menurut Anggi, Permaisuri GKBRAA Paku Alam X banyak sekali membuat batik dengan motif yang diambil dari wedanarenggan buku-buku kuno ajaran para leluhur di Pura Pakualaman. Renggan yang indah dituangkan dalam sebuah kain yang nantinya menjadi batik.

Proses membatik ini kemudian dialihwahanakan dalam sebuah tarian. Melalui gerakan yang luwes, dinamis, dan anggun tercipta sebuah tarian yang menceritakan tentang seorang gadis sedang membatik. Tyas Muncar menggambarkan pancaran hati remaja putri yang mengalami proses keremajaannya dengan bahagia.

TARI BATIK GOBANG

Esthy Mayosi, Walikota Jakarta Barat Uus Kuswanto, dan Ketua KSBN DKI Jakarta Imron Yunus

Sebelum acara dimulai digelar tarian Batik Gobang yang dipimpin oleh Esthy Mayosi. KSBN DKI Jakarta tampil kompak dengan persiapan matang. “Udeh dua malam nggak tidur nih, mempersiapkan agar acara berjalan lancar,” kata Yosi, desainer yang menjadi koreaografer tarian itu.

Jenis tari yang ditampilkan di WDD dibagi dalam beberapa kategori yaitu tari tradisional klasik, tradisional kerakyatan, dan tari kreasi baru atau kontemporer.
“Jenis tari yang dipilih tergantung kepada kelompok pelaku tari yang akan membawakan,” kata wanita yang suka menyanyi itu.
Namun demikian ada kelompok tari yang diminta khusus membawakan tari tradisional maupun kreasi baru yang dapat mewakili  geografi daerahnya.

Sarmadi Saleh, pengurus KSBN DKI Jakarta mengatakan bahwa banyak kreasi yang diciptakan untuk menggairahkan acara Hari Tari Sedunia itu. “Tari bakiak dari DPW DKI JKT, berinteraksi dengan penonton. Itu inovasi dari para seniman dan penari,” katanya dengan logat Betawi yang kental.

Dalam acara yang dihadiri oleh para pemimpin daerah dan utusan internasional dari tujuh negara itu tak tampak Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Padahal dalam acara tertulis ada sambutan dari Kepala Sekretariat Presiden tersebut. “Wah Pj Gubernur mangkir,” kata seorang wartawan.

 

 

You may also like

Comments are closed.

More in Headline