Industri Otomotif Untuk Negeri: Buku yang Mengulas Transformasi Dunia Otomotif Nasional

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Industri otomotif Indonesia termasuk salah satu industri strategis di sektor manufaktur. Ekosistemnya sudah matang dengan industri pendukung yang lengkap di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), industri otomotif Indonesia memiliki peran dan posisi penting baik sebagai pasar maupun volume produksi. Indonesia juga sudah menjadi bagian dari rantai pasok global dan basis produksi serta pasar ekspor merek otomotif dunia di kawasan Asia.

Kapasitas produksi industri otomotif Indonesia mencapai 2,35 juta unit per tahun dengan menyerap tenaga kerja langsung sekitar 38 ribu orang dan 1,5 juta orang yang bekerja baik langsung maupun tidak langsung di industri ini. Saat ini industri otomotif Indonesia didukung 22 pabrikan otomotif dunia dengan total investasi yang ditanamkan mencapai Rp71,35 triliun.

Buku ini secara khusus membahas industri otomotif Indonesia khususnya produk otomotif roda empat atau 4 wheeler (4W), terutama mobil penumpang atau passenger car. Beberapa produk kendaraan niaga disinggung seperlunya dalam konteks sejarah lahirnya industri otomotif di Indonesia memang berasal dari pengembangan kendaraan niaga atau commercial car. Buku ini tidak menulis bagian tentang produk otomotif roda dua atau 2 wheeler (2W).

Perkembangan Industri Otomotif Nasional Era Order Baru sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah

Hal ini berdasarkan International Standard Industrial Classification (ISIC)  yang  ditetapkan oleh United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Butir 3843 ISIC menyebutkan produk otomotif mencakup tiga kegiatan produksi, yakni produksi mobil penumpang, mobil niaga (truk, bus, dan van), serta bagian dan komponen yang digunakan dalam perakitan akhir mobil-mobil tersebut. Jadi tidak termasuk produk-produk lain terkait sepeda motor, traktor, dan bentuk-bentuk lain alat angkut bermotor serta mesin-mesin berat.

Buku ini dimulai dari fakta perniagaan produk otomotif Indonesia yang sudah ada sejak negara ini berada dalam masa pemerintah kolonial Belanda. Perdagangan mobil pada era ini mendorong beberapa merek otomotif asal Amerika  dan  Eropa  memasuki  pasar  Indonesia  dengan mitra para pengusaha lokal. Pengusaha lokal inilah yang memasarkan mobil asal Amerika dan Eropa di Indonesia dengan perannya sebagai importir.

Pada era itu, ada satu nama yang dikenal sebagai “Raja Mobil Indonesia”, yakni Hasyim Ning. Selain itu, ada nama- nama tokoh yang menjadi perintis yang membuka jalan bagi industri otomotif berkembang di Indonesia, seperti William Soeryadjaya, Hadi Budiman, Sjarnoebi Said, dan Soebronto Laras. 

Nama tersebut menjadi perintis industri bersama perusahaan atau kelompok usahanya, seperti PT Astra International Tbk, PT Honda Prospect Motor, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, dan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, serta PT Indomobil Sukses Makmur Tbk. Jasa mereka membuat merek otomotif dunia asal Jepang: Toyota, Honda, Suzuki, dan Mitsubishi ekspansi ke Indonesia sejak 1970-an hingga masih berkibar di industri saat ini.

Selain produk otomotif dunia, buku ini juga menulis tentang perjuangan Indonesia membangun mobil nasional. Program  mobil  nasional  sebelum  era  “mobnas”  Timor pada 1986 hingga mobil Esemka menjadi cerita menarik yang tidak bisa dialihkan dari beragam upaya baik oleh pemerintah Indonesia maupun pengusaha/perusahaan nasional.  Dinamika  mengembangkan mobil kreasi anak bangsa yang tidak mudah.

Agus Tjahana Wirakusumah

Dalam penulisan buku ini, Agus Tjahajana mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak. Harapannya, buku ini menjadi referensi yang utuh dan lengkap tentang industri otomotif yang selama lima dekade telah berkontribusi sangat besar untuk negeri baik bagi peningkatan nilai tambah ekonomi, penyerapan tenaga kerja, maupun peningkatan teknologi tinggi khususnya penggunaan teknologi otomasi dan robotik. Dengan penyajian yang populer, semoga buku ini juga menarik perhatian para anak muda dan berbagai kalangan yang ingin mengenal lebih dalam struktur industri otomotif kita.

 

You may also like

Comments are closed.

More in Otomotif