Indeks Wall Street

Siklus Commodity Supercycle Tampaknya Berbalik Lebih Cepat

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Siklus commodity supercycle nampaknya berbalik lebih cepat dari perkiraan. Pulihnya ekonomi global pasca-Covid 19 hanya berlangsung sesaat. Suramnya perkiraan ekonomi global ke depan, merontokkan kembali harga komoditas. Terutama barang tambang

Perlambatan ekonomi memukul barang tambang dari dua arah. Harga yang jatuh dan biaya produksi yang naik.

Contohnya, harga bijih besi yang Mei lalu masih US$140 per mt kini tinggal di seputar US$100-an. Tembaga dari rekor US$10,600 pada Maret lalu, kini kembali ke US$7,500.

LABA MENURUN

Hasan Zein Mahmud

Tak heran BHP dan Rio Tinto – bijih besi salah satu keran laba mereka – yang mengumumkan kinerja keuangannya, Rabu lalu, mencatat penurunan laba lebih dari 30%

Nampaknya tinggal batubara yang masih terus berkibar. Tak heran Glencore, salah satu pemain utama global di batubara thermal, masih gemuk dengan keuntungan.

Di dalam negeri, selama 1Q22, perusahaan batubara menunjukkan kinerja “loncat salmon”. Seperti ITMG yang mencatat kenaikan laba lebih dari 4 x lipat YoY. PTBA juga sebesar itu. ADRO lebih dari 5 x. SMMT lebih dari 7 x. Prestasi finansial langka yang jarang terulang.

Kinerja kuartal 2 boleh jadi tak sekilap kuartal 1. Tapi saya perkirakan masih akan tetap tambun.

Ekonomi black out memang harus diselesaikan dulu, sebelum green economy

Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Infrastruktur.co.id

You may also like

Comments are closed.

More in Otomotif