Ruas Jalan Tol Medan-Binjai

Hutama Karya Habiskan Dana Rp2,5 Triliun di Tol Medan-Binjai

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Hutama Karya yang ditugaskan Pembangunan JTTS membutuhkan modal yang tidak sedikit. Mega proyek ini bernilai total Rp 476 triliun.
Dana tersebut diperlukan untuk proses pra dan pasca konstruksi.

Mulai dari pembebasan lahan hingga pembangunan infrastruktur jalan tol.Untuk itu, Hutama Karya membutuhkan dukungan semua pihak, baik pemerintah maupun perbankan serta pasar modal, untuk merealisasikan proyek JTTS.

Hutama Karya harus bekerja ekstra dan memutar otak agar pendanaan tidak menjadi hambatan bagi pembangunan JTTS. Dana yang besar tidak bisa datang dalam sekejap mata. Hutama Karya harus menyiapkan skema yang menyeimbangkan tahapan pembangunan dan pemenuhan dana.

perusahaan telah melakukan hal-hal tersebut dalam meraih kesuksesan penuntasan pembangunan Ruas Tol Medan-Binjai. Ruas Tol Medan-Binjai menelan dana sekitar Rp2,5 triliun.Berkat strategi dan kepercayaan terhadap Hutama Karya, perusahaan berhasil menggalang pendanaan yang bersumber dari pinjaman.

PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), sebuah lembaga Kementerian Keuangan yang membantu membiayai pembangunan infrastruktur meminjamkan dana senilai Rp1,48 triliun. Saham perseroan yang diperoleh dari penyertaan modal negara (PMN) dan penjualan obligasi korporasi akan memenuhi sisa kebutuhan modal pengembangan sebesar Rp1,01 triliun. Hutama Karya telah mendapatkan PMN untuk alokasi Ruas Tol Medan-Binjai pada 2015.

Prioritas Aspek Linkungan

Selama proses pembangunan Ruas Tol Medan-Binjai, Hutama Karya berkomitmen untuk memprioritaskan aspek lingkungan dan alam sekitar. Hutama Karya memegang teguh orinsip ini sebagai korporat yang bertujuan menciptakan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Pada Ruas Tol Medan-Binjai ini, Hutama Karya berupaya menjaga ekosistem lingkungan pada konstruksi jalan tol telah dengan menerapkan dan menjalankan prosedur yang sesuai. Salah satunya, melakukan studi AMDAL, melakukan pengujian lingkungan pra konstruksi, konstruksi dan pasca konstruksi.

Selain itu, Hutama Karya juga menerapkan rekomendasi teknis terkait dari instansi dan melakukan penghijauan dengan menanam tanaman pelindung pada sisi kanan kiri jalan tol. Hutama Karya menyadari bahwa isu lingkungan sangatlah penting dan berpengaruh terhadap jalannya konstruksi.

Bila terjadi permasalahan lingkungan akibat pembangunan jalan tol ini, akan akan menimbulkan dampak yang berpotensi menghambat proses pembangunan. Hutama Karya melakukan berbagai pengujian dan pengukuran agar proses pembangunan sejalan dengan nilai menjaga ekosistem

You may also like

Comments are closed.