Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang Sambung Induk Ekonomi Di Sumatra

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang- Kayu Agung sepanjang 189 kilometer merupakan tonggak penting bagi JTTS. Ruas ini memiliki peran vital sebagai akses utama lalu lintas dari Sumatra Selatan dan Lampung menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni.

Hingga kini, Pelabuhan Bakauheni merupakan jalur utama yang menghubungkan Jawa dan Sumatra. Kelak ruas tol yang biasa disingkat Terpeka ini pun menyambung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api di Palembang, sehingga berperan menghubungkan sentra-sentra ekonomi dengan gerbang keluar-masuk komoditas. Kehadiran Ruas Tol Terpeka pun berdampak terhadap arus distribusi barang maupun orang antar pulau.

Sebagai pijakan awal, Ruas Tol Terpeka telah menghubungkan sentra industri maupun kawasan perkebunan karet dan sawit, serta sentra industri di dua provinsi. Saat ini, Ruas Tol Terpeka telah beroperasi secara penuh. Proses pembangunan memakan waktu hingga kurang dari 2,5 tahun, kemudian diresmikan langsung Presiden Joko Widodo pada November 2019. Hadirnya Ruas Tol ini menjadi akses penghubung arus transportasi kendaraan Golongan I, II, III, IV, dan V yang terintegrasi dengan Pelabuhan Bakauheni, sehingga sangat membantu percepatan konektivitas lalu lintas kendaraan yang melintas dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatra, begitupun sebaliknya.

Ruas Tol Terpeka memiliki manfaat besar sebagai salah satu akses pergerakan pertumbuhan ekonomi masyarakat Lampung dan Sumatra Selatan, menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di Pulau Sumatra. Manfaat lain yang dirasakan ialah jalan tol ini juga dapat memperlancar jalur logistik, memangkas biaya angkutan logistik, dan mempercepat waktu tempuh pengiriman barang tentunya.

Efektivitas jalan tol inipun setidaknya telah dirasakan masyarakat. Waktu tempuh yang sebelumnya dari daerah Lampung hingga Palembang mencapai 10 jam, kini hanya membutuhkan waktu 3 jam.

Bekerja Profesional

Catatan prestatif pembangunan Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar ini berkat kerja ekstra Insan Hutama yang terlibat sejak awal hingga pengoperasiannya kini. Dalam pengerjaan, para pekerja lapangan berjibaku dengan seluruh proses kerja yang kompleks. Selain memiliki rencana tahapan pembangunan, Hutama Karya membangun sistem koordinasi dan komunikasi yang andal karena pekerjaan tersebut melibatkan banyak pihak.

Prosedur pengerjaan pun disusun bertahap mulai dari Pre Construction Meeting (PCM) yang melibatkan konsultan pengawas, kontraktor serta owner. PCM menentukan spesifikasi teknis, kontrak, desain, serta metode pekerjaan yang disepakati semua pihak. Selanjutnya, setiap fase pekerjaan harus didahului dengan persetujuan konsultan pengawas maupun owner. Berkaca pada keberhasilan pembangunan ruas Ruas Tol Terpeka menjadi ruas terpanjang JTTS. Banyak strategi dan keunggulan yang dicurahkan tim Hutama Karya. Pekerjaan tersebut menuntut perampungan sesuai tenggat namun melalui proses yang kompleks sehingga memberikan tantangan tak mudah bagi para pekerja.

You may also like

Comments are closed.