Jasa Marga Terapkan A-Life Pada Karyawannya

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: A-Life merupakan sebuah solusi untuk elektronifikasi 100% nontunai yang diberlakukan pada Oktober 2017 oleh Jasa Marga. Pergantian sistem transaksi tersebut berdampak pada pengalihan tugas karyawan Jasa Marga yang biasa bekerja di gardu Tol.

Karena tidak mungkin, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan untuk menjadi agent of development, Jasa Marga merumahkan karyawan yang terkena dampak dari kebijakan elektronifikasi ini. Untuk menyiasati persoalan tersebut, Jasa Marga kemudian membuat sebuah program bernama A-Life.

Sebuah program pengalihan pekerjaan atau perubahan jalur karir ke bidang yang berbeda dengan bidang sebelumnya. Program ini bertujuan memberi kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan dan menambah pengalaman baru sesuai dengan kemampuan dan minat karyawan.

Terdapat 900 formasi dari Jasa Marga Group yang dapat dijadikan pilihan bagi para karyawan yang mengambil opsi alih profesi. Terdiri dari 291 formasi Senior Officer dan Officer di Kantor Pusat atau Cabang, 170 formasi staf Anak Perusahaan Jalan Tol (APJT) sebagai tenaga kerja terampil dan bersertifikat, dan 439 formasi staf Anak Perusahaan Usaha Lain (APUL) yang meliputi PT Jasamarga Properti, PT Jasamarga Tollroad Operator (dahulu PT Jasa Layanan Operasi), dan PT Jasamarga Tollroad Maintenance (dahulu PT Jasa Layanan Pemeliharaan).

Menjadi Wirausaha

Jasa Marga mendorong karyawannya untuk menggeluti bidang wirausaha dengan menyediakan sekitar 100 outlet usaha UMKM di berbagai rest area. Dengan demikian, karyawan mendirikan bisnisnya sendiri sekaligus turut berpartisipasi dalam mengembangkan rest area yang dikelola oleh Jasa Marga.

Karyawan dipersilakan untuk memilih profesi baru sesuai dengan minat dan bakatnya. Selanjutnya, sebelum dilakukan seleksi untuk melakukan alih profesi, Jasa Marga akan melakukan pelatihan guna meningkatkan kompetensi karyawan di bidang yang baru.

Untuk mempersiapkannya, Jasa Marga  mendidik karyawan agar mampu bertahan dalam perubahan era berbasis tenaga manusia menjadi berbasis teknologi. JMLi melaksanakan program pelatihan di antaranya membekali karyawan yang melakukan alih profesi.

Sosialisasi dan pelaksanaan program alih profesi ini juga dilakukan manajemen Jasa Marga dengan melibatkan secara penuh pihak Serikat Karyawan Jasa Marga (SKJM), sebagai mitra manajemen, dalam kerangka membangun hubungan industrial yang harmonis di lingkungan perusahaan.

You may also like

Comments are closed.

More in Bisnis