Jasa Marga Ambil Langkah Transformasi Layanan Operasi

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Jasa Marga terus berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan. Hingga saat ini, Jasa Marga telah memiliki konsesi jalan Tol dengan total panjang mencapai 1.809 kilometer (km).

Dari total ruas tersebut, Jasa Marga telah mengoperasikan jalan bebas hambatan sepanjang 680 km. Sebagai konsekuensi, dengan semakin bertambahnya ruas Tol yang dioperasikan, Jasa Marga harus dapat meningkatkan kinerjanya untuk menunjang perkembangan lebih pesat.

Di sisi lain, Jasa Marga dituntut untuk terus menerus meningkatkan kualitas pelayanan operasi jalan Tol. Transformasi di bidang pelayanan operasi mutlak dilakukan. Isu utama dalam langkah transformasi dari sisi operasional adalah inovasi di bidang layanan transaksi, layanan lalu lintas, dan layanan konstruksi.

Tujuan akhir dari layanan tersebut harus dapat memberikan pelayanan yang maksimal berupa pengoperasian jalan Tol yang lancar, aman, nyaman yang dapat melebihi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Salah satu kunci sukses transformasi Jasa Marga  adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Dalam bidang pelayanan transaksi, Jasa Marga melakukan berbagai upaya merancang ulang perubahan sistem transaksi dari tertutup menjadi terbuka, mengintegrasikan beberapa ruas Tol, meningkatkan kapasitas kemampuan gerbang Tol, pembayaran 100 persen non tunai, implementasi mobile reader saat jam-jam sibuk pada beberapa gerbang Tol contohnya pada GT Pasteur dan GT Cileunyi, menyediakan fasilitas top up tunai di dalam gardu Tol pada 44 titik, dan mengakomodir transaksi multibank dengan pemasangan reader dual SAM (secure access module) multi applet secara bertahap.

Peningkatan Kinerja Bidang Pelayanan Lalu Lintas

Dalam bidang pelayanan lalu lintas, Jasa Marga juga melakukan peningkatan kinerja operasional dengan teknologi yang dapat menunjang pengaturan, keamanan dan ketertiban lalu lintas dengan modernisasi sistem pelayanan lalu lintas. Bentuk nyata dari modernisasi tersebut adalah penggunaan teknologi dalam menunjang pelayanan yakni Road Traffic Microwave System (RTMS), Variable Message Sign (VMS), dan Closed Circuit Television (CCTV).

RTMS merupakan alat sensor yang digunakan sebagai early warning dalam memonitor kepadatan kendaraan saat melintasi jalur Tol. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk mengatur pergerakan lalu lintas. VMS merupakan papan informasi jalan Tol yang menggunakan lampu LED yang pesannya di isi dengan informasi lalu lintas yang penting diketahui oleh pengendara mobil di jalan Tol.

Pesan informasi lalu lintas di isi oleh petugas operator di data center kantor cabang Jasa Marga. Setelah mendapatkan informasi dari petugas di lapangan. CCTV berfungsi melihat titik-titik kepadatan di setiap ruas jalan Tol, kemudian dikoneksikan melalui GPS untuk memantau arus lalu lintas.

Video arus lalu lintas dapat diakses CCTV melalui jasamargalive.com. Kemudian, melalui CCTV yang ada, Jasa Marga Traffic Information Centre (JMTIC) juga dapat mengemas informasi yang akan disebarluaskan kepada masyarakat, baik melalui website atau akun Twitter Jasa Marga, pada periode waktu 30 menit sekali di hari normal.

Peningkatan Kinerja Pada Bidang Pelayanan Konstruksi

Dalam bidang pelayanan konstruksi, Jasa Marga fokus pada peningkatan aspek kelancaran, keamanan, dan kenyamanan. Jasa Marga menerapkan kebijakan teknis bidang pemeliharaan.

Pertama, program penataan landscape jalan Tol untuk mewujudkan jalan Tol yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan yang tidak hanya memenuhi kaidah teknis tetapi juga kaidah ekologis dan estetika.

Kedua, program mempercantik sarana penunjang jalan Tol. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan dengan output kondisi jalan Tol yang layak, Jasa Marga juga mulai mengembangkan aplikasi Jasa Marga Integrated Maintenance Management System (JIMMS) sebagai pusat data bidang pemeliharaan yang memuat seluruh data-data terkait pemeliharaan secara terintegrasi.

Misalnya aset pemeliharaan, mapping kerusakan jalan, program pemeliharaan, dan informasi lainnya yang berkaitan dengan proses kerja bidang pemeliharaan sehingga program pemeliharaan dapat terencana dan terkendali dengan lebih baik. Jasa Marga juga mengkaji kemungkinan penerapan teknologi terkini di bidang pemeliharaan jalan, baik material maupun metode kerja untuk menghasilkan metode pemeliharaan yang tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya.

Berusaha Tetap Menjaga Kinerja Dengan Baik

Untuk terus menjaga kesinambungan transformasi di bidang layanan operasi, Jasa Marga terus melakukan beberapa upaya. Pertama, mengevaluasi pedoman/prosedur terkait layanan operasi Jalan Tol yang disesuaikan dengan Peraturan pemerintah dan kemajuan teknologi.

Kedua, pemanfaatan teknologi konstruksi, teknologi informasi, teknologi traffic management dan teknologi lainnya yang dapat menunjang kinerja operasional jalan Tol dalam melayani pengguna jalan.

Ketiga, keindahan dan estetika jalan Tol, dalam rangka meningkatkan kenyamanan pengguna jalan Tol, dengan melaksanakan beberapa program, seperti pekerjaan landscape (termasuk penghijauan dan penataan tanaman/ pohon), pembersihan dan pengecatan struktur jembatan (termasuk railing dan parapet), perbaikan dan penggantian sarana pelengkap jalan Tol (guardrail, rambu, marka jalan, concrete Barrier), perapihan dan perbaikan gerbang Tol, serta keindahan di area sekitar gerbang Tol.

Keempat, pengukuran kinerja layanan berdasarkan opini pelanggan yang diukur menggunakan beberapa indikator yaitu Customer Satisfaction Index (CSI), Service Quality Index (SQI) dan Call Centre Service Excellent Index (CCSEI). Semua itu dilakukan untuk menjaga konsistensi performa kinerja Jasa Marga.

You may also like

Comments are closed.

More in Jalan