Memetik Pelajaran Dalam Merekrut Tenaga Kerja

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: PT Wijaya Karya terus melakukan percepatan rekrutmen pegawai baru. Makin banyaknya peluang usaha dan pekerjaan yang diperoleh menimbulkan konsekuensi perlunya penambahan human capital dalam tempo cepat.

WIKA memetik pelajaran dari pelaksanaan rencana-rencana jangka panjang WIKA sebelumnya yang terkendala oleh persoalan lebih besarnya pertumbuhan bisnis dibandingkan dengan pertumbuhan human capital. Oleh sebab itu, pola rekrutmen WIKA saat ini berbeda dibanding sebelum WIKA go public tahun 2007.

Sebelum menjadi perusahaan publik, rekrutmen WIKA berjalan secara regular, tanpa adanya percepatan. Bahkan, selama 1998–2002, WIKA boleh dikatakan mengalami zero growth dalam hal SDM atau sama sekali tidak melakukan rekrutmen pegawai baru.

Hal ini merupakan imbas krisis ekonomi 1998. Ketika krisis, jumlah pegawai WIKA justru banyak berkurang karena adanya program pensiun dini yang terpaksa harus dilakukan demi menyelamatkan perusahaan dari badai krisis.

Dampaknya, ketika kini usaha WIKA meningkat, terjadi kesenjangan yang jauh antara pegawai senior dengan juniornya. Kesenjangan ini meluas di keseluruhan unit kerja dan unit bisnis WIKA. Oleh karena itu, mau tidak mau WIKA harus melakukan akselerasi rekrutmen pegawai untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan bisnis saat ini.

Perekurtan Tenaga Kerja

Percepatan pemenuhan kebutuhan human capital dilakukan WIKA melalui rekrutmen pegawai baru, baik fresh graduate maupun tenaga berpengalaman. Untuk tenaga berpengalaman, WIKA membuka opsi tidak hanya didapat dari dalam negeri, melainkan juga dari luar negeri.

Tenaga-tenaga berpengalaman ini terutama sangat dibutuhkan di segmen-segmen usaha baru yang dimasuki WIKA. Dapat dikatakan saat ini WIKA sedang gencar-gencarnya melakukan rekrutmen pegawai baru.

Tahun 2013 saja, total jumlah pekerja WIKA meningkat 10,5%, dari 1.619 pegawai (2012) menjadi 1.809 pegawai (2013). Hingga Agustus 2014, WIKA telah diperkuat sebanyak 1.890 pegawai, di antaranya 1.355 insinyur.

Program percepatan rekrutmen juga telah menghasilkan peningkatan jenjang pendidikan pegawai. Dibanding tahun 2012, komposisi pekerja WIKA pada 2013 mengalami perubahan berdasarkan tingkat pendidikan.

Pekerja dengan pendidikan sarjana bertambah dari 1.117 pegawai (2012) menjadi 1.300 pegawai (2013). Rekrutmen kini dilakukan WIKA melalui kerja sama dengan perguruan tinggi (University Career Center) di seluruh Indonesia, iklan, job fair, lamaran umum, media sosial, dan kerja sama dengan lembaga rekrutmen.

Selain itu, rekrutmen juga dilakukan melalui program beasiswa kepada para mahasiswa yang berprestasi, yang setelah lulus akan diberikan kesempatan bekerja di WIKA. Cara-cara semacam ini berbeda dengan yang dilakukan sebelum WIKA go public.

Perkembangan Media Rekrutmen

Sebelumnya, WIKA lebih banyak mengandalkan rekrutmen melalui surat kabar. Lebih dari itu, WIKA dalam beberapa tahun terakhir juga telah mengembangkan pola “member get member”. Jadi, mirip seperti aktivitas bisnis multi-level marketing atau direct selling (penjualan langsung) yang pemasaran produknya dilakukan melalui jaringan perorangan.

“Program member get member ini merupakan salah satu cara WIKA untuk mendapatkan tenaga berpengalaman melalui job assignment sebanyak mungkin dari referensi yang diberikan oleh karyawan WIKA. Kandidat yang diberikan boleh dari perusahaan apapun, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan. Terobosan ini hadir mengantisipasi tren peningkatan proyek pekerjaan WIKA dari tahun ke tahun,” terang Ganda.

Kebijakan yang juga berbeda adalah wilayah rekrutmen. Sebelum IPO, WIKA lebih berkonsentrasi merekrut pegawai dari universitas-universitas yang ada di pulau Jawa dan Sumatera.

Namun, sekarang lebih meluas dari seluruh wilayah Indonesia. Hal ini memberikan WIKA peluang untuk mendapatkan putera-putera daerah yang bertalenta dan sekaligus memperkaya model kepemimpinan WIKA yang berbasiskan kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia.

WIKA Selalu Memandu Anak Bangsanya

“WIKA akan terus mencari putra-putri Indonesia terbaik dari dalam maupun luar negeri. Kebijakan program rekrut WIKA yang kini sedang dipraktekkan adalah melakukan rekrutmen dari seluruh wilayah Indonesia karena kami percaya terhadap kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia, potensi putera daerah, dan peluang untuk membangun Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” kata Ganda.

Latar belakang keilmuan calon pegawai juga makin beragam. Hal ini sangat bermanfaat demi menunjang ekspansi bisnis WIKA di berbagai segmen usaha. Sebelumnya, WIKA cenderung lebih banyak memiliki calon pegawai yang memiliki latar belakang dari jurusan teknik sipil.

Meskipun pola rekrut mengalami pembaharuan, WIKA tetap tidak sembarangan dalam merekrut pegawai baru. Akselerasi rekrutmen pegawai dilakukan dengan syarat mendapatkan pegawai yang memang memiliki kompetensi dan karakter sesuai nilai-nilai perusahaan yang dianut WIKA (culture fit).

“Tantangan yang sekarang harus kami hadapi sebagai garda pertama WIKA adalah segera menyiapkan manusia-manusia WIKA yang multitalenta mulai dari spesialis keteknikan hingga generalis dalam bidang yang umum seperti keuangan dan lain-lain. Selain itu, satu hal yang harus digarisbawahi kemudian adalah kami saat ini juga terus memantapkan landasan karakter manusia WIKA sesuai yang termaktub dalam values WIKA sejalan dengan rencana pengembangan usaha perseroan dalam jangka panjang,” jelas Ganda.

You may also like

Comments are closed.

More in Bisnis