Gaikindo Pelopor Asosiasi Industri Otomotif Nasional

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) bermula pada 1969. Asosiasi ini adalah sebuah organisasi nirlaba dengan anggota adalah perusahaan agen pemegang merek (APM) yang terdiri dari produsen kendaraan bermotor, distributor kendaraan bermotor, serta pembuat komponen utama kendaraan bermotor (manufacturer). 

Pameran Gaikindo pada 1986

Sejak 1969, GAIKINDO mengemban peran ke dalam negeri dan dunia internasional. Di dalam negeri, GAIKINDO memfasilitasi para anggota dalam kaitannya dengan kebijakan-kebijakan pemerintah menyangkut industri otomotif, antara lain kebijakan industri dan perdagangan, energi, perpajakan, standar keselamatan, pemanfaatan teknologi, dan lingkungan.

Untuk luar negeri, GAIKINDO menjadi mitra bagi asosiasi-asosiasi industri otomotif di berbagai negara terutama dengan asosiasi di negara-negara yang menjadikan industri otomotif sebagai tulang punggung ekonominya khususnya dengan negara para principal yang produknya masuk pasar otomotif Indonesia.

Dewasa ini GAIKINDO ikut mendorong pengembangan industri yang mengarah pada produksi mobil ramah lingkungan atau green car. Hal ini sesuai dengan tren otomotif global yang menuntut kendaraan bermotor yang memenuhi berbagai syarat untuk menghadapi tantangan ekologis, seperti tuntutan mesin yang efisien (hemat bahan bakar dan rendah emisi).

Hal itu bermaksud mendorong kelistrikan yang hemat energi, pemanfaatan bahan-bahan yang ringan dan kuat, serta fitur-fitur yang mendukung keselamatan pengendara, penumpang, serta para pengguna jalan lain.

Untuk mempromosikan produk yang mengedepankan teknologi green car tersebut, GAIKINDO menyelenggarakan pameran otomotif berskala internasional setiap tahun bernama GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS).

Agenda tersebut dibarengi dengan Indonesia International Automotive Conference (IIAC) sebagai kegiatan tukar informasi antara pemerintah Indonesia, pelaku industri otomotif nasional dan internasional.

Pameran GIIAS dimulai sejak 2015 –semula bernama Indonesia International Motor Show (IIMS), bertujuan untuk mensosialisasikan perkembangan teknologi otomotif dunia kepada publik Indonesia. 

Menurut GAIKINDO, per November 2020, industri otomotif Indonesia terdiri dari 22 perusahaan perakitan dengan jumlah pekerja 75 ribu orang, 550 perusahaan komponen tier 1 (220 ribu pekerja), 1.000 perusahaan komponen tier 2 dan 3 (210 ribu pekerja), 14 ribu usaha resmi dealer/bengkel/penjualan komponen (400.000 pekerja), dan 42.000 usaha non-resmi dealer/bengkel/penjual komponen (595.000 pekerja). 

Indonesia berada di peringkat ke-13 di dunia sebagai “Negara Produsen Otomotif Global 2019” dengan volume produksi 1,29 juta unit per tahun. Di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), volume produksi Indonesia kalah banyak dibandingkan Thailand yang memiliki volume produksi 2,03 juta unit per tahun, tapi Indonesia lebih besar daripada Malaysia yang volumenya hanya 571 ribu unit.

Di ASEAN, rasio kepemilikan mobil per 1.000 penduduk di Indonesia masih rendah dengan berada di peringkat ke-5 dengan rasio 99 unit per 1.000 penduduk. Negara Brunei Darussalam berada di peringkat ke-1 dengan rasio 805/1.000, Malaysia kedua (490/1.000), Thailand ketiga (275/1.000), dan Singapura keempat (211/1.000). 

Event Gaikindo selalu ramai dikunjungi para pecinta otomotif

Pada 2019, kontribusi industri otomotif terhadap perekonomian Indonesia (GDP) mencapai 1,76 persen atau setara Rp260,9 triliun per tahun. Salah satu kontribusi ini datang dari pajak penjualan mobil.

Sejak 2012 volume produksi mobil di Indonesia berada di level 1,2 juta satu juta unit per tahun. Dari volume produksi tersebut, pasar domestik menyerap sekitar 1 juta unit, sedangkan pasar ekspor sekitar 200 ribu unit. Sejak 2013, pasar ekspor produk otomotif Indonesia berkibar di lima negara tujuan utama, yakni Filipina, Arab Saudi Jepang, Meksiko, dan Vietnam.

Berikut sejarah singkat nama asosiasi industri otomotif Indonesia sebelum akhirnya menjadi GAIKINDO: 

Tahun 1969 – terbentuknya Gabungan Agen Tunggal Kendaraan Bermotor Indonesia (GAKINDO) dan Gabungan Assembling Automobile (GAM)

Tahun 1975 – GAKINDO dan GAM beraliansi menjadi Gabungan Agen Tunggal dan Asembling Kendaraan Bermotor Indonesia (GAAKINDO)

Tahun 1985 – GAAKINDO berkembang seiring dengan pertumbuhan industri kendaraan bermotor nasional dan berubah nama menjadi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Pada awalnya GAIKINDO terdiri dari 37 anggota dari kalangan agen tunggal, perakitan, dan industri suku cadang.