IPCM, Saham ‘Tukang Parkir’ Menyodok Ke Posisi Teratas

INFRASTRUKTUR.CO.ID: Di dalam komposisi portfolio saya, saham “tukang parkir”, IPCM, kini menyodok ke posisi paling atas. Meninggalkan teman-teman satu keranjang. Kini, dari segi nilai. Kalau dari jumlah lot, sudah dominan sejak lama.

Tiga sebab.

Pertama, pada harga Rp 280 atau lebih rendah, saya selalu menyendok. Lot demi lot.

Kedua, naiknya harga sebesar 4,3%, kemarin.

Ketiga, melengkapi, turunnya harga saham TINS dan MTEL.

Merasa nyaman aja menyimpan saham tukang parkir.

Memasuki kuartal 2, saya memang agak gamang. Karena naiknya harga bahan bakar, akan memberi tekanan cukup kuat terhadap kinerja keuangan perusahaan. Terbukti benar. BPP naik 21,54%, YoY, jauh melampaui pendapatan yang hanya naik 11,8%. Sikap prudent dalam mengelola usaha, dibuktikan oleh manajemen. Biaya umum dan administrasi turun 27,59%!. Upaya efisiensi yang jempolan. Alhasil laba bersih tetap tumbuh. YoY maupun QoQ.

Tentang pendapatan, saya beberapa kali berceloteh, perkiraan saya, akan naik pelan tapi pasti. karena peluang ekspansi yang terbuka lebar. Sangat lebar.

O ya, perusahaan sepupunya, IPCC, mengalami lonjakan laba yang spektakuler. Selama 3Q22, mencatat kenaikan hampir 600% QoQ. Dan juga, selama periode 9M22 naik hampir 600% YoY. Harga sahamnya naik lebih dari 15%, pada perdagangan kemarin. Nampaknya kebangkitan sektor otomotif menjadi dorongan kuat.

Tapi saya tetap lebih menyukai tukang parkir.

Pertama, segmen pasar yang lebih terdiversifikasi.

Kedua, tidak terlalu sensitif terhadap goncangan eksternal

Parkir, memang jeda sementara. Untuk lanjut ke terminal berikutnya.

*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Infrastruktur.co.id

You may also like

Comments are closed.

More in Bisnis