China, Motor Penggerak Terbesar Pertumbuhan Ekonomi Dunia

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Kajian Bank Dunia – mengambil data periode 2013 – 2021 – menyimpulkan bahwa China merupakan motor penggerak terbesar pertumbuhan ekonomi dunia, dengan kontribusi 38,6%.

Jauh melampaui peran negara G-7 secara keseluruhan yang hanya berkontribusi 25,7%. Dalam bahasa telanjang, ekonomi China punya kekuatan mengerek pertumbuhan ekonomi dunia lebih besar dari kekuatan AS + Inggris + Jerman + Kanada + Prancis + Jepang secara bersama sama.

China yang merdeka di belakang Indonesia, yang sehabis PD II, secara ekonomis tidak berada di depan Indonesia, kini menyodok ke depan menjadi negara dengan ekonomi terbesar dunia. Negara dengan jumlah penduduk terbesar itu – 1,45 miliar – mencatat pendapatan per kapita lebih dari 3 kali Indonesia.

Kata Jimmy Carter. “China’s breakneck growth had been facilitated by sensible investment and buoyed by peace”

Kutipan dari Jimmy Carter, mantan presiden Amerika Serikat: “Dalam 242 tahun sejarah Amerika, hanya tercacat 16 tahun yang dijalani tanpa perang. Perang untuk memaksa dunia mengikuti kehendaknya. Memaksa dunia memeluk nilai-nilainya. Menghabiskan USD3 triliun untuk biaya perang”

Tidakkah kita lebih buruk? Memaksakan kehendak sesama kita?

Sementara China, sejak kemerdekaan tahun 1949, praktis tidak berperang dengan negara mana pun. Bahkan perang saudara hampir seperempat abad pun berakhir dengan kemerdekaan.

Sejak “Gaige Kaifang”-nya Deng Xiaoping, China memusatkan perhatiannya pada pembangunan ekonomi, teknologi dan kesejahteraan rakyat.

KONFLIK SARA

Kita telah kehilangan banyak dekade karena menghabiskan energi untuk konflik SARA. Kita kehilangan banyak peluang karena para pemimpin lebih banyak beratraksi untuk kepentingan populeritas ketimbang kemaslahatan rakyat.

Kita sering melupakan kepentingan bersama, karena budaya politik yang memberi prioritas pada kepentingan kelompok dan partai. Biaya politik yang sangat tinggi menggeser tujuan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat, tidak lagi menjadi prioritas.

Kata Gus Dur: “Negara yang dikaruniai kekayaan luar biasa ini hidup melarat, karena perilaku korupsi dibiarkan”

Sahabat, mari membuka hati.

*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Infrastruktur.co.id