Pengembangan Uji Coba Kendali Automasi Berkembang Pesat

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Pada 1996, pengembangan dan uji coba kendali automasi mengalami kemajuan signifikan.

Hal itu ditandai dengan proyek ARGO yang digawangi Alberto Broggi dari University of Parma, Italia. Proyek itu memodifikasi produk legendaris Lancia Thema.

Prestasi proyek tersebut karena mencatatkan rekor sebuah mobil kendali automasi yang mampu bergerak di jalan raya umum. Uji coba itupun menghasilkan jarak tempuh hingga 1.900 kilometer yang dituntaskan selama enam hari, mengelilingi Italia Utara.

Uji coba itupun menunjukkan kemampuan kendali automasi kendaraan dapat digunakan pada kecepatan 90 km per jam. Bahkan, selama perjalanan uji coba itu, disebutkan bahwa penggunaan kendali automasi telah mencapai 94% dari seluruh perjalanan.

Lancia Thema berteknologi automasi itu dilengkapi kamera video dan stereoscopic vision algorithms yang membantu teknologi automasi menguasai medan sekitar.

Pengembangan Teknologi Automasi

Pada awal milenium baru, teknologi automasi ini dikembangkan lebih jauh untuk keperluan militer. Pemerintah AS telah merintis kendaraan militer kendali automasi seperti Demo I, Demo II, dan Demo III yang seluruhnya dibiayai dengan anggaran negara.

Kendali kendaraan bisa dapat diarahkan dari jarak jauh secara real time, dan disebutkan bahwa kemampuan kendaraan di setiap medan terjal lebih mumpuni dibandingkan dengan menggunakan kemudi manusia.

Di sisi lain, sejak sedekade belakangan, teknologi kemudi automasi semakin ramai dibahas menyusul maraknya aneka produk yang dipamerkan pabrikan. Pada 2010, General Motors bersama kongsi SAIC (China) telah merilis produk automasi seperti Pride, Magic, dan Laugh.

Produk-produk tersebut memiliki kemampuan untuk memarkir otomatis, serta menghindari tabrakan. Terhadap produk tersebut disematkan kendali automasi yang memanfaatkan teknologi masa kini. GM berhasil menggunakan peran koneksi digital, kontrol algoritma, dan perancangan cara berkendara secara automasi.

Bahkan, terhadap mobil Audi yang telah disematkan teknologi kendali automasi memiliki kemampuan setaraf pengemudi manusia. Produk besutan proyek Audi TTS itupun dapat menempuh jarak 20 kilometer jalanan terjal dan memutar di Pike Peak, Amerika Utara.

Waktu tempuh yang dihasilkan pun 27 menit, sedangkan umumnya orang mengemudi di sana mencapai waktu 17 menit. Audi TTS menggunakan berbagai perangkat lunak, algoritma, serta perangkat elektronik untuk menghasilkan teknologi automasi layaknya sistem autopilot pada pesawat terbang.

Intelligent Transport Systems

Sedangkan dari pabrikan Jepang, raksasa Toyota telah memperkenalkan Intelligent Transport Systems (ITS) yang dirancang untuk menghindari kecelakaan di jalan raya. Toyota menggunakan teknologi laser dan radar untuk memaksimalkan peran kendali automasi.

Teknologi ini disebut-sebut sebagai salah satu yang termaju dalam proyek peningkatan keamanan berkendara, serta memiliki opsi semi automasi, di mana pengemudi masih dapat mengambil alih kendali sekehendaknya.

Pada 2013, Nissan, pabrikan Jepang lainnya, meluncurkan Infiniti Q50 yang memiliki teknologi kendali automasi. Untuk Infiniti Q50 disematkan teknologi kamera canggih, radar, serta teknologi mutakhir yang memungkinkan kendaraan berjalan secara otomatis di jalan raya, juga menghindari terjadinya tabrakan.

Di sisi lain, pengembangan yang menggemparkan justru dihasilkan Google. Perusahaan teknologi informasi yang menghuni Lembah Sillicon inipun merilis kendaraan berteknologi kendali automasi dengan kemampuan sangat tinggi saat ini.

Kendaraan tersebut berhasil menempuh jarak 500.000 mil atau sekitar 804.672 kilometer dengan sepenuhnya secara otomatis. Bahkan, dalam proses perjalanan itu, tidak terdapat kendala apalagi kecelakaan yang dialami.

You may also like

Comments are closed.

More in Otomotif