Kasus Adani, Peluang Bagi Aktivis Short Selling

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Musibah adalah salah satu sumber cuan. Begitu juga perang. Baik pada tingkat investor, perusahaan maupun negara.

Berita tentang pabrik yang kebakaran, pesawat yang jatuh, kapal yang tenggelam, dan semacamnya, memberi peluang short selling pada saham perusahaan yang kena musibah, dan peluang long pada perusahaan kompetitor atau produk substitusi

Paling anyar, publikasi Hindenburg Research dalam publikasinya 24 Januari lalu, yang menuduh perusahaan perusahaan grup Adani – konglomerat yang punya posisi penting dalam perekonomian India – telah melakukan berbagai malpraktek, antara lain bubble reports, memberi kesempatan meraih untung bagi mereka yang melakukan aktivitas short selling.

Dalam kapasitas perusahaan, silakan simak saja kenaikan harga saham perusahaan produsen senjata dan alat perang di Amerika Serikat, sejak perang Rusia – Ukraina. Sejatinya sejak dulu sih! Bombastis juga menyelipkan fakta nonekonomis. Selama 20 tahun terakhir Amerika telah menjatuhkan rata rata 46 bom setiap hari. Setiap hari lho!

Dalam kapasitas negara, saya tertarik membaca laporan Bloomberg tentang keuntungan India, dari jual-beli minyak bumi, akibat embargo energi AS+NATO terhadap Rusia.

India membeli minyak mentah dengan harga diskon dari Rusia. Melakukan refinari di dalam negeri, untuk kemudian mengekspornya kembali ke Eropa dan AS dalam bentuk gasoline dan diesel. Memanfaatkan sepenuhnya dilema energi, yang diciptakan sendiri oleh barat. Satu sisi berusaha mengurangi pendapatan Rusia dari ekspor dengan tujuan merontokkan ekonomi Rusia, di sisi lain berusaha menjaga pasokan energi global, khususnya kepentingan mereka sendiri.

India, di bidang energi, kini muncul menjadi negara penting bagi Rusia dan penting bagi barat. Bloomberg mencatat pada Desember tahun lalu, India sudah mengekspor 89,000 barrels minyak ke New York dan 172,000 barrels ke Eropa.

Indonesia tentu bisa memainkan peran serupa.

*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Kusus Infrastruktur.co.id

You may also like

Comments are closed.

More in Bisnis