Potensi Pasar Kendaraan Listrik: Tren Masa Depan Industri Otomotif

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Dari sekitar volume produksi otomotif dunia yang mencapai kisaran 90 juta unit per tahun, sejauh ini penetrasi pasar EV hanya sebesar 3 juta unit per tahun. Jumlah itu terbilang kecil dibandingkan populasi dan produksi mobil konvensional yang menggunakan teknologi internal combustion engine (ICE).

Pengembangan Kendaraan Listrik Terus Dilakukan

Namun demikian, saat ini hampir seluruh pemain utama otomotif mengarahkan pengembangan dan ekspansi industri kepada produk EV. Pengembangan EV masih harus terus dilakukan, terutama pemangkasan harga produksi.

Salah satu pembeda yang mencolok adalah komponen utama baterai yang relatif masih sangat mahal pada produk EV. Dibandingkan dengan produk konvensional, rerata harga satu unit EV lebih tinggi hingga US$10.000, terutama diungkit oleh harga baterai.

Tidak heran, pasar EV kini masih di seputar Eropa, Amerika Serikat, dan China. Terlebih China sebagai pasar terbesar, guna mendongkrak daya serap pasar yang pada akhirnya mengungkit daya produksi.

Pemerintah China memberikan kebijakan yang sangat progresif berupa insentif pajak bagi produsen, hingga subsidi bagi konsumen. Belum lagi dukungan promo serta penyediaan infrastruktur masif yang ditanggung oleh kekuatan anggaran China.

Kendala Utama: Harga Baterai yang Mahal

Berdasarkan riset Bloomberg, pada 2010 harga produksi baterai mencapai US$1.100 per KWh. Seiring pengembangan dan riset yang terus berjalan, harga itu akan turun menjadi US$100 per KWh pada 2023. Pemangkasan harga produksi baterai itu tak terlepas dari riset terus menerus dan penggunaan teknologi untuk pengolahan material baterai seperti nikel, kobalt, litium, dan mangan.

Walau demikian, EV tetap dianggap sebagai masa depan industri otomotif. Hal itu sejalan dengan komitmen global mengerem dampak emisi karbon.

Hampir seluruh negara di dunia ikut dalam kesepakatan tentang pelestarian lingkungan yang dikenal sebagai “Kesepakatan Paris”, COP21 hingga COP23 yang berisikan komitmen untuk mengendalikan suhu bumi dan pemangkasan emisi karbon di seluruh sektor.

Pertumbuhan Pasar Kendaraan Listrik yang Signifikan

Di sisi lain, pertumbuhan EV dalam satu dekade belakangan pun cukup mengesankan. Hal tersebut merupakan buah dari komitmen global serta rangsangan dari para pemain industri otomotif yang mengembangkan teknologi baterai listrik hingga fase litium seperti sekarang.

Pada 2010, populasi mobil listrik hanya sebanyak 17.000 unit, namun pada 2019 populasi itu melonjak hingga 7,2 juta unit. Apalagi pada 2020 lalu, catatan positif bagi segmen EV berlanjut bahkan di tengah melemahnya daya beli masyarakat.

Total pertumbuhan kendaraan listrik terdiri dari BEV dan PHEV mencapai 43%, atau sedikitnya 3 juta kendaraan dilego pabrikan di pasar-pasar besar seperti Eropa, Amerika, dan China. Prestasi itu melampaui kondisi umum penjualan otomotif dunia yang melemah 20% pada 2020.

You may also like

Comments are closed.

More in Otomotif