Metropolitan Group Ramaikan Kawasan Kertajati

INDOWORK.ID, JAKARTA: PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menakar peluang dari kenaikan aktivitas di kawasan Bandar Udara (Bandara) International Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Seperti kita ketahui, aktivitas ekonomi di kawasan Kertajati, Jawa Barat mulai menggeliat setelah bandara kembali diaktifkan. Apalagi, akses menuju lokasi dipermudah tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Direktur MTLA Olivia Surodjo

Direktur MTLA Olivia Surodjo berharap keberadaan jalan tol Cisumdawu berdampak pada aktivitas di kawasan ekonomi Rebana. Salah satu dampaknya adalah kenalkan kebutuhan properti industri dan hunian yang juga berujung pada pertumbuhan ekonomi di kawasan itu.

“Beberapa kontrak kerjasama dengan airlines atau untuk kru sudah kami terima. Hal ini juga berdampak pada peningkatan okupansi sekitar 5%, kami tetap optimistis akan ada kenaikan pada momen Nataru ini,” kata Olivia kepada KONTAN, Jumat (1/12).

Sebagai informasi, MTLA memiliki Hotel Horison Ultima Kertajati di kawasan Rebana. Lokasi hotel tersebut hanya berjarak tidak lebih dari 2 kilometer (km) dari BIJB.

Selain hotel, MTLA memiliki proyek hunian atau residensial di kawasan tersebut. Olivia menjelaskan, proyek residensial di kawasan Kertajati tersebut saat ini masih dalam proses persiapan.

Nantinya, selain hunian MTLA juga akan melengkapinya dengan wahana permainan air, area komersial dan area logistik di dalam kawasan tersebut. Dalam rencana, proyek yang dipersiapkan bertujuan mendukung kegiatan penghuni maupun operasional dari Bandara BIJB.

“Pembangunan tahap pertama akan dimulai pada tahun 2024 dengan jumlah sekitar 280 unit hunian. Adapun rencana investasi tahap 1 sekitar Rp 80 miliar sampai dengan Rp 100 miliar,” ujarnya.

Pengembangan kawasan di Kertajati merupakan salah satu strategi baru MTLA untuk meningkatkan pendapatan di masa mendatang. Sekedar informasi saja, MTLA telah mengantongi pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp1,3 triliun hingga Oktober 2023 atau 73% dari target sepanjang tahun 2023 sebesar Rp 1,8 triliun.

Target tersebut akan dikejar setelah adanya kebijakan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk properti dengan harga maksimal Rp 5 miliar.

Sementara itu pada kuartal III-2023 lalu, MTLA membukukan laba bersih sebesar Rp 301 miliar atau naik 12% secara year on year (yoy). Untuk pendapatan usaha pada kuartal III-2023, MTLA berhasil mencatatkan kinerja Rp 1,28 triliun atau tumbuh sebesar 29% yoy.

You may also like

Comments are closed.

More in Bisnis