Jasa Marga Manfaatkan Momentum Pertumbuhan Sektor Konstruksi

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Sebagai BUMN yang bergerak di sektor usaha Jalan Tol, Jasa Marga menjadi entitas usaha yang terdepan untuk mengemban visi besar di sektor pengusahaan Tol di Indonesia. Hal ini tercermin dalam salah satu Visi Jasa Marga yaitu ‘Memimpin Pembangunan Jalan Tol di Indonesia untuk Meningkatkan Konektivitas Nasional’. 

Hal ini selaras dengan tantangan Indonesia saat ini dimana persoalan konektivitas yang menghubungkan antara satu wilayah dengan wilayah lain, daerah penghasil dengan konsumen atau antar kawasan-industri membutuhkan upaya percepatan pembangunannya. 

Selain itu juga, kebutuhan konektivitas yang menghubungkan antar fasilitas ekonomi-strategis seperti pelabuhan-bandara udara-kawasan pemukiman-perkantoran juga sangat dibutuhkan seiring dengan arus urbanisasi dan tingginya mobilitas penduduk di tanah air.

Sektor industri dimana Jasa Marga saat ini beroperasi sedang berada di fase tumbuh (growth) seiring dengan komitmen pemerintah menggalakkan pembangunan jalan tol untuk meningkatkan konektivitas, menekan biaya logistik dan memacu daya saing nasional. 

Pemerintah sangat gencar melakukan lelang proyek Jalan Tol baru tidak hanya di Pulau Jawa tetapi daerah lain seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Meskipun tender pembangunan Jalan Tol baru juga terbuka bagi pemain-pemain lain termasuk swasta nasional, namun sebagai BUMN maka Jasa Marga tetap diharapkan menjadi yang terdepan di dalam pembangunan Jalan Tol di Indonesia. 

Tantangan nasional ternyata mampu di jawab secara baik oleh Jasa Marga, dimana sampai akhir tahun 2017, Jasa Marga telah mengoperasikan total 680 km. Dan di sepanjang tahun 2017 mampu menambah ruas jalan tol yang dioperasikan sepanjang 88,7 km. Selain itu juga, konsesi ruas Tol Jasa Marga akan semakin Panjang dengan adanya penambahan konsesi ruas tol Jakarta-Cikampek II (64 km) dan To Probolinggo-Banyuwangi (172,9 km).

Salah satu tantangan ketika industri berada di fase tumbuh (growth) adalah kebutuhan akan pembiayaan. Karakteristik pembangunan Jalan Tol yang membutuhkan modal cukup besar dan investasi jangka panjang memerlukan inovasi pembiayaan yang modern dan berkelanjutan. 

Kebutuhan pembiayaan untuk mengejar target pembangunan Jalan Tol di Indonesia sangatlah besar. Dalam hal ini, Jasa Marga juga telah mampu melakukan sejumlah inovasi mencari sumber-sumber pembiayaan baru seperti project-bond, global bond (komodo bond) dan Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT) untuk memastikan tidak hanya ekspansi usaha korporasi tetapi juga yang terpenting terbangunnya ruas-ruas tol baru yang saat ini sedang 

What is your reaction?

0
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly

You may also like

Comments are closed.

More in Properti