Sistem Pengelolaan Air Bandara Jenderal Ahmad Yani Mencapai 50,2 Persen

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: PT Angkasa Pura I (AP I) membangun sistem pengelolaan air atau water management system untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di sekitar Bandara Jenderal Ahmad Yani. Sampai 1 Agustus 2021, pembangunan ini mencapai 50,2 persen.

Sistem pengelolaa air ini berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem area rawa di sekitar bandara. Selain itu juga dapat menjaga kelestarian lingkungan dengan penanaman pohon bakau atau mangrove.

“Kondisi terminal bandara yang dibangun di atas lahan lunak rawa dan sebagian besar berair ini, *floating airport), memerlukan dibangunnya sistem pengelolaan air secara khusus,” tutur Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi, pada Kamis (5/8/2021).

Terminal Bandara Jenderal Ahman Yani ini mengusung konsep eco-airport. Di mana konsep ini mampu berkontribusi atas lingkungan hidup. Di dalam konsep eco-airport sendiri, sistem pengelolaan air masuk dalam bagiannya.

Ia mengharapkan setelah pembangunan tersebut selesai, penggunaan air akan lebih efisien dan tidak akan terjadi banjir saat musim hujan.

You may also like

Comments are closed.

More in Properti