IPAL di Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan

Bersinergi dengan Astrabi, Paljaya Makin Dekat di Hati

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Bisnis bersih air kotor. Kalimat ini cocok untuk menggambarkan usaha yang dilakukan oleh Perumda Paljaya, BUMD Pemprov DKI Jakarta yang memang menangani persoalan air limbah di bumi Betawi ini.

Banyak kisah menarik dan memiliki kedekatan dengan masyarakat luas dalam kiprah Paljaya. Belakangan ini Paljaya menggandeng Astrabi untuk melakukan sosialisasi programnya kepada publik.

Yusron Sjarief, tokoh Masyarakat Betawi yang kini menjadi Ketua Umum Asosiasi Pencak Silat Tradisi Betawi Indonesia (Astrabi) bercerita bahwa tanah di Jakarta dikenal mahal harganya, karenanya setiap jengkal dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jika ditelusuri wilayah Jakarta nyaris tidak ada lahan yang tidak dimanfaatkan percuma. “Kalaupun ada yang masih kosong hanya karena menunggu dibangun saja oleh pemiliknya,” kata presenter RCTI yang berjaya pada era 1990-an itu.

Di wilayah RT 03 RW 01, Kelurahan Rawajati, Kecamatan Kalibata, Jakarta Selatan, masyarakat memanfaatkan gang jalan yang sempit untuk sarana IPAL (instalasi pengolahan air limbah). Di Gang Madrasah tak jauh dari jembatan Kalibata yang melintas Sungai Ciliwung bangunan sarana IPAL tersebut dibangun.

Seperti tercatat di dinding tembok gang tersebut, tertera banner berisi informasi bahwa IPAL yang yang ada dibangun eahun 2017 dengan bantuan biaya dari  IDB (Islamic Development Bank) sebesar Rp425 juta. Sarana IPAL berupa beton dibangun di badan jalan gang berukuran 1×18,75 meter dengan kedalaman sekitar dua meter. Dengan volume IPAL 37 meter kubik, nyaris bagian bawah badan jalan di gang tersebut habis dimanfaatkan untuk pengolahan limbah buangan cair dari  masyarakat setempat.

DISALURKAN KE IPAL

Saluran IPAL di Kalibata, Jakarta Selatan

Herman, Ketua RT 03/RW 01, Kelurahan Rawajati, menjelaskan ada sekitar 60 kepala keluarga yang pembuangan limbah cairnya disalurkan ke IPAL. Jadi dari rumah-rumah, limbah cair dibuang melalui pipa pralon ke pipa utama yang diteruskan ke IPAL yang letaknya di ujung gang.

“Ini sangat membantu kami dari pada warga membuat sendiri pembuangan limbahnya,” kata Herman.

Untuk pemeliharaaan IPAL, pengurus RT kemudian menarik iuran sebesar Rp10 ribu per rumah tangga. Iuran ini terbilang murah, namun masih ada masyarakat yang menunggak.  Dana yang digunakan untuk biaya penyedotaan limbah padat yang mengendap di IPAL. Limbah itu kemudian disedot oleh mobil tinja serta perbaikan kecil yang diperlukan agar IPAL tetap berfungsi dengan baik.

Belakangan ini, cerita Yusron, IPAL mengalami masalah. Ketika turun hujan deras mengakibatkan air limbah dari penampungan IPAL meluap ke permukaan sehingga mengotori jalan.

BERGERAK CEPAT

Program Sanitasi Berbasis Masyrakat

Menanggapi keluhan ini pihak Perumda Paljaya, BUMD Pemprov DKI Jakarta yang memang menangani persoalan air limbah di Jakarta bergerak cepat menurunkan timnya melakukan pemeriksaan, Minggu pagi, 19 Juni 2022. Paloja menurunkan tim teknis untuk mengecek dan melakukan perbaikan yang diperlukan. “Segera dilakukan dalam beberapa hari ini,” ujar karyawan Paljaya Tonang Kurniawan ketika meninjau lokasi.

Masyarakat menyambut baik tanggapan cepat dari pihak Paljaya ini. Mereka berharap masalah meluapnya limbah IPAL di lingkungan rumah tinggal mereka di Rawajati segera bisa teratasi.

PROGRAM SOSIAL

Tanto Tabrani, Sayadi, Aris Suprianto dan Yusron Sjarief

Humas Paljaya Tanto Tabrani menambahkan bahwa Perumda Paljaya memang memiliki program sosial membantu masyarakat untuk membangun IPAL di lingkungan tempat tinggal yang belum memiliki sarana pembuangan dan pengolahan limbah. Pemprov DKI Jakarta memang membuka peluang bantuan untuk IPAL yang sifatnya komunal maupun residensial untuk daerah-daerah tertentu yang memerlukan.

Paljaya berusaha memberi layanan terbaik untuk warga DKI Jakarta sesuai tugas yang diembankan kepadanya. “Kami terus meningkatkan sanitasi yang lebih baik,” kata Tanto.

Selain meninjau lokasi IPAL di Kelurahan Rawajati, tim Paljaya juga mengecek kondisi IPAL di kawasan pemukiman penduduk di Kelurahan Cikoko, Jakarta Selatan, dekat dengan Kantor Dirlantas Polri, sekitar 4 kilometer dari Rawajati. Di kawasan ini IPAL terpelihara dengan baik dan tidak ada keluhan yang muncul dari masyarakat. Asyik nggk? Ya, asyik doong.

 

You may also like

Comments are closed.

More in Properti