Bagaimana Membangun Loyalitas Karyawan?

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Bagaimana membangun loyalitas karyawan? PT Wijaya Karya dapat menjadi contoh. Pada sisi attract & retain, WIKA melakukan internalisasi nilai-nilai perusahaan yaitu CIBERTI bagi angkatan kerja generasi Y.

CIBERTI adalah:

Commitment, berbuat sesuai kesepakatan dan janji

Innovation, selalu mencari sesuatu yang lebih baik

Balance, menjaga keseimbangan semua aspek

Excellence, memberikan hasil lebih baik

Relationship, hubungan kemitraan yang baik untuk para pihak

Team Work, Sinergi, kerja sama intra dan lintas unit kerja

Integrity, keutuhan dan ketulusan yang meliputi Fairness, Accountability, Independent, Transparancy dan Honesty

Manajemen memberikan pemahaman mengenai CIBERTI dan menggerakkan mereka untuk menjalankan CIBERTI dalam aktivitas keseharian karyawan. Apabila hal itu digali kembali, dtingkatkan, kemudian diterjemahkan lagi dalam praktek pelatihan berbasis soft competency. Loyalitas karyawan akan terbangun dengan sendirinya.

WIKA tidak hanya fokus pada besaran remunerasi, benefit, tetapi juga melakukan intervensi kesehatan agar karyawan memiliki mindset gaya hidup sehat, yaitu sehat dalam pola makan, pola pikir, dan pola hidup. WIKA menekankan pentingnya pengharkatan kepada setiap pegawainya, tidak hanya sebatas menghargai secara materi.

Salah satu bentuk pengharkatan ini diwujudkan dalam program Wellbeing, yaitu pola hidup seimbang (healthy lifestyle). Dalam program Wellbeing ini, WIKA mendorong seluruh karyawannya memiliki pola hidup yang seimbang dalam tiga aspek.

POLA HIDUP SEHAT

Pertama, dari segi pola pikir. WIKA menstimulir karyawannya agar memiliki suatu proses kegiatan mental atau cara berpikir yang melibatkan kinerja otak sebagai acuan utama seseorang untuk bertindak.

Kedua, dari segi pola hidup. WIKA mendorong pegawainya menerapkan gaya hidup yang mengutamakan aspek keseimbangan waktu kerja, pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani, dan kesehatan.

Ketiga, dari segi pola makan. WIKA mengarahkan karyawannya memiki pola makan dengan menu makan yang sehat dan seimbang. Sehat adalah makanan dari bahan yang semakin dekat dengan aslinya dan melalui proses yang sederhana.

Seimbang berarti terdiri atas unsur karbohidrat, protein, dan lemak. Untuk mendukung penerapan program Wellbeing ini, WIKA mengakomodasinya melalui website Wellbeing WIKA (wellbeing.wika. co.id) dan mailist (wellbeing@wika.co.id) yang dapat diakses oleh seluruh pegawai yang berada di lokasi manapun.

Aspek pola hidup yang sehat meliputi dimensi fisik, emosi, dan pola pikir. WIKA memberikan pengharkatan kepada setiap pegawainya dengan mencakup ketiga dimensi tersebut. Perusahaan memberikan kebebasan dan memfasilitasi para pegawainya membentuk kelompok-kelompok sesuai hobi (olah raga dan seni), kegiatan-kegiatan spiritual, fasilitas ruang dan peralatan olah raga, ruang laktasi, serta kegiatan gathering untuk menyeimbangkan antara kegiatan kerja dan istirahat.

WIKA pun menyediakan makan siang dan makan malam pada karyawannya saat lembur. Pola makan yang diterapkan di perusahaan didampingi pula oleh dokter profesional. Makanan yang disediakan mengikuti pola makan sehat, yang terdiri dari karbohidrat, protein dan vitamin untuk memastikan tercukupinya asupan gizi yang dibutuhkan setiap orang.

WIKA yakin, pola makan yang sehat merupakan dasar dan modal awal untuk bisa hidup sehat. Nasi putih sebagai karbohidrat mulai digantikan dengan sayuran atau nasi merah yang terbukti lebih sehat. Cara memasak pun tidak lagi dengan cara menggoreng, namun dengan cara-cara lain yang lebih sehat.

EMPLOYEE ENGAGEMENT

WIKA juga melakukan pembinaan terhadap para vendor penyedia makanan untuk mengikuti cara-cara yang lebih sehat. Konsep pengharkatan lain yang diterapkan adalah dalam bentuk pelayanan prima (service excellent) dengan motto Speed & Care.

Speed, dalam arti menyegerakan semua urusan dan proses pelayanan kepada pegawai sehingga dapat terpenuhi dengan cepat. Sedangkan Care adalah memberikan perhatian dan peduli terhadap kebutuhan pegawai, serta melayani dengan ‘hati”.

Hasil dari bentuk pengharkatan yang dilakukan tersebut juga telah diukur melalui survei Engagement. Survei dilakukan oleh lembaga independen, Aon Hewitt. Dimensi survei meliputi aspek say, stay dan strive.

Dimensi say adalah sejauh mana pegawai mempersepsikan perusahaan secara positif, mampu mengatakan hal-hal yang positif terhadap perusahaan. Stay adalah sejauh mana pegawai ingin tetap tinggal atau bergabung dalam perusahaan.

Sedangkan dimensi strive adalah mengukur kerelaan pegawai untuk berjuang demi perusahaan atau memperjuangkan kepentingan perusahaan. Hasil Engagement Survey Aon Hewitt tersebut memberikan gambaran sebagai berikut.

Pertama, employee engagement level WIKA termasuk yang paling tinggi di antara perusahaan-perusahaan di Indonesia dan juga di kawasan Asia Pasifik. Kedua, pada setiap tiga dimensi survei, WIKA mengalami kenaikan persentase dari tahun ke tahun (2010-2012).

Maka, tak heran, bila rata-rata turn over atau arus masuk keluar pegawai WIKA terbilang rendah, hanya sekitar 3%. Bahkan, pada tahun 2011-2012, WIKA juga mendapat penghargaan Best Employeer dari Aon Hewitt.