Ingin Menjadi Perusahaan EPC Terbaik, WIKA Bentuk VISI 2020

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Kesadaran manajemen WIKA untuk terus meningkatkan daya saingnya demi menjaga kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang tersebut kemudian mengerucut pada terbentuknya visi baru WIKA ke depan bernama VISI 2020.

Visi ini menyatakan bahwa WIKA bertekad menjadi salah satu perusahaan terbaik di bidang engineering, procurement, and construction (EPC) serta investasi terintegrasi di Asia Tenggara. Apakah yang dimaksud dengan visi ini?

Bila menengok ke belakang, pembentukan VISI 2020 ini tak lepas dari sejarah go public WIKA. Dari hasil Initial Public Offering (IPO), WIKA memperoleh dana segar yang dibutuhkan untuk pengembangan WIKA ke depan.

Menjadi Perusahaan EPC Terbaik

Berkat IPO, ekuitas WIKA langsung melonjak, dari Rp402,2 miliar (2006) menjadi Rp1,291 triliun (2007). Lantas, dalam prospektus IPO WIKA ketika itu, telah disebutkan bahwa dana hasil IPO yang diperoleh akan dipergunakan sebagai berikut.

Pertama, untuk perkuatan struktur modal kerja proyek dalam negeri WIKA (20%). Kedua, untuk pengembangan usaha konstruksi di luar negeri dan EPC (40%). Ketiga, untuk investasi serta pengembangan proyek infrastruktur (40%).

Jadi, berdasarkan komposisi penggunaan dana IPO ini, sesungguhnya telah tercermin hendak kemana WIKA ke depan. Pertama, sektor usaha EPC yang telah dirintis sejak lama oleh WIKA jelas akan terus digenjot ke depan. Hingga kemudian WIKA dapat menjadi salah satu perusahaan terbaik di bidang EPC.

Kedua, WIKA juga bertekad terus mengembangkan usaha konstruksi di luar negeri. Keberhasilan menggarap proyek pembangunan jalan tol East-West Motorway di Aljazair diikuti oleh keberhasilan WIKA dalam melaksanakan proyek-proyek konstruksi di luar negeri lainnya, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Dengan memiliki kemampuan beroperasi di pasar internasional inilah, WIKA ke depan ingin menjadi pemain yang diperhitungkan di pasar konstruksi regional, selain menjadi leader di pasar konstruksi domestik.

Ketiga, posisi WIKA sebagai perusahaan investasi (investment company) akan terus ditingkatkan melalui peningkatan investasi WIKA di berbagai proyek konstruksi dan peluang-peluang usaha lainnya terkait sektor konstruksi. Jadi, WIKA ke depan tak ingin hanya sebatas berperan sebagai pelaksana proyek, tetapi juga sebagai investor atau pemilik proyek. Artinya, proyek-proyek dikerjakan WIKA dengan pola investasi.

Melanjutkan Visi

Apabila dirunut lebih jauh lagi, pencanangan VISI 2020 sesungguhnya juga tak lepas dari hasil implementasi perencanaan jangka panjang WIKA sebelumnya, bernama WIKA STAR 2010. Ketika itu, tepatnya tahun 2002, WIKA telah menetapkan VISI 2010.

VISI 2010 yaitu menjadi perusahaan terkemuka dalam industri konstruksi dan enjiniring di Asia Tenggara. Menilik VISI 2010 WIKA, ada persamaan antara kedua visi ini. Terlihat jelas bahwa WIKA sejatinya jauh-jauh hari sudah merintis hal-hal yang ingin digapai dalam VISI 2020.

Pertama, selain fokus pada pasar yang stabil di usaha jasa konstruksi, WIKA telah cukup lama pula mulai menekuni bidang EPC yang memiliki nilai tambah tinggi. Kedua, sejak lama juga WIKA meyakini bahwa hanya menjadi perusahaan terkemuka di dalam negeri saja tidaklah cukup.

Maka, proyek-proyek konstruksi di luar negeri pun dirambah. Kemampuan beroperasi di pasar internasional juga terus diasah dengan melakukan program orientasi ke pasar luar negeri seperti melalui program rent to manage, pilot project, dan pemagangan. Sehingga pengalaman makin bisa banyak ditimba hingga akhirnya WIKA mampu mengelola proyek secara utuh di luar negeri.

Ketiga, sejak dini WIKA telah meyakini bahwa pasar bebas ASEAN cepat atau lambat akan berlaku. Untuk itu, pemerintahan dan masyarakat bisnis di negara-negara di kawasan Asia Tenggara diharapkan makin bisa mengenal WIKA.

Dengan demikian, WIKA dapat dengan mudah menawarkan jasa konstruksi terintegrasi kepada mereka.

You may also like

Comments are closed.

More in Bisnis