PUPR Bangun Bendungan Mbay, Dukung Ketahanan Pangan dan Air di NTT

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mendukung program ketahanan pangan dan ketersediaan air di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membangun Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo. Hingga pertengahan Juni 2023, progres konstruksi bendungan tersebut mencapai 16,01% dan diharapkan selesai pada akhir 2024.

Menteri PUPR: Ketersediaan Air Kunci Pembangunan di NTT

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa ketersediaan air menjadi faktor kunci dalam pembangunan di NTT, yang memiliki curah hujan lebih rendah dibandingkan dengan daerah lainnya.

“Pembangunan bendungan harus diikuti dengan pembangunan jaringan irigasi. Dengan demikian, bendungan yang dibangun dengan biaya besar akan memberikan manfaat ketika airnya dapat mengalir sampai ke sawah petani,” ujar Menteri Basuki.

Bendungan Mbay dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang, terletak di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, sekitar 30 km dari pusat kota Kabupaten Nagekeo. Bendungan ini memiliki luas genangan sebesar 499,55 hektar yang bersumber dari Sungai Aesesa. Pembangunannya dimulai pada tahun 2021 melalui 2 paket pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp1,47 triliun.

Paket I dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk – Bumi Indah (KSO) dengan progres konstruksi mencapai 16,28%, sementara Paket II dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dengan progres 15,73%. PT Indra Karya – Rancang Semesta – Sabana (KSO) bertindak sebagai Manajemen Konstruksi.

Sumber Irigasi Nagekeo

Fungsi utama Bendungan Mbay adalah untuk pengairan irigasi di Kabupaten Nagekeo. Dan lebih pentingnya lagi fungsi bendungan ini untuk komoditas padi dan palawija yang membutuhkan sumber air irigasi. Dengan kapasitas tampung sebesar 51,74 juta m3, Bendungan Mbay akan digunakan untuk pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI). Daerah tersebut dibagi menjadi dua, Mbay Kanan dan Kiri seluas 5.898 hektar.

Selain itu, Bendungan Mbay juga akan mendukung kebutuhan air baku di Nagekeo sebesar 205 liter/detik dan mengurangi debit banjir Sungai Aesesa sebesar 283,33 m3/detik. Pembangunan bendungan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian PUPR dalam meningkatkan ketahanan pangan dan air di Provinsi NTT.

Sebelumnya, sejak tahun 2015, Presiden Joko Widodo telah meresmikan tiga bendungan di NTT. Bendungan tersebut antara lain: Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang pada tahun 2018, Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu pada tahun 2019, dan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka pada tahun 2021. Saat ini, sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang dan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, serta persiapan pembangunan Bendungan Kolhua di Kota Kupang. (Tri)

You may also like

Comments are closed.

More in Headline