Bumi Langit Institute, Tempat Obama Makan Siang di Jogja

INDOWORK.ID, JAKARTA: Bila anda berjalan ke arah selatan Yogyakarta, tepatnya di kawasan perbukitan di atas kota tua Imogiri, ada sebuah tempat bernama Bumi Langit Institute. Daerah perbukitan ini merupakan awal dari barisan perbukitan Gunung Kidul, sebuah kawasan yang terkenal dengan musim kemarau yang panjang. Berada di ketinggian 350 meter dpl.

Terletak di jalan Imogiri Mangunan KM 3, Desa Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Bumi Langit memiliki pemandangan alam terbuka yang amat indah. Dari sini kita dapat melihat dataran rendah Yogyakarta, kawasan pegunungan, perbukitan, serta laut Selatan. Bumi Langit juga berada di lingkungangan Hutan Universitas Gajah Mada, hutan rakyat milik desa dan tanah tegalan yang amat produktif di musim hujan namun kering dan tidak produktif saat musim kemarau tiba.

Warung Bumi, restoran menu organik dan sehat di Bumi Langit

Sampai hari ini Bumi Langit memiliki kurang lebih 4 Ha tanah tegal yang terus berkembang secara terpadu. Penulis berkesempatan menghampiri tempat ini dengan tujuan melihat bagaimana pertanian permaculture.

Di pinggir jalan persis kita akan melihat papan nama “Bumi Langit”, setelah masuk pertama kali kita akan singgah di Warung Bumi, yaitu restoran yang menyajikan menu sehat dan organik yang bahan bakunya dari kebun sendiri. Dari restoran ini kita bisa mendapatkan informasi aktivitas di Bumi langit. Selain itu, pengunjung juga mendapatkan informasi tentang waktu (jadwal) kunjungan bila ingin berkeliling melihat fasilitas dan aktifitas.

Dari sinilah, penulis mengambil paket tour kebun keliling tegalan berkonsep permaculture dengan biaya Rp30 ribu. Perjalanan bermula dari melihat rumah dan ruang diskusi dan pelatihan, rumah tua yang sudah  menjadi ruang berkumpul yang nyaman dan asri. Dari sana kita akan melihat juga contoh rumah tinggal yang hampir seluruhnya mengunakan bahan yang terbarukan juga terintergrasi dengan sebuah hutan fungsional (perma forest) yang sedang terbentuk kebun sayur yang menggunakan sistem bertani tanpa/minimum pacul.

Agenda di Bumi Langit tertulis dalam papan ini, pengunjung dapat melihat secara terjadwal

Setelah melihat ruang serta rumah rumah, anda akan melihat tempat yang sangat penting, yaitu pusat sistem kehidupan yang terdapat Bio Gas Digester; sebuah sistem pengolahan limbah air, ternak cacing, ternak kelinci, dan juga kawasan pembibitan. Semuanya berada dalam satu kawasan. Di sini anda dapat melihat langsung bagaimana sistem ini bekerja dan mempelajari saling keterkaitannya.

Masih di sekitar lokasi ini, anda bisa melihat kolam ikan, kandang bebek dan angsa, juga sebuah kolam yang khusus tersedia untuk proses merendam dan fermentasi (pengawetan) bambu dan kayu. Melanjutkan perjalanan kita, kemudian anda akan sampai di sebuah punggung bukit terpisah yang sedang mulai tertata untuk menjadi sebuah kawasan mandiri, baik dari sumber air maupun kesuburannya. Karena kawasan ini masih banyak digunakan untuk praktek belajar (proses pembuatan terasering, dll) yang dikerjakan oleh seluruh orang yang beraktifitas di Bumi Langit.

Setelah itu anda akan memasuki kawasan kandang sapi, kambing dan ayam, disini anda dapat melihat serta mempelajari sistem pembuatan kompos dari limbah kandang ternak dan dapur. Masih dalam satu kompleks yang sama, terdapat sistem Energy Hybrid tenaga surya beserta dengan sistem penyimpanannya (baterai), inverter, panel kontrol, dan ruang Diesel.

Masjid di Bumi Langit terletak di bagian atas bukit

Sumber air Bumi Langit berasal dari sumur bor dalam dengan kedalaman 160 meter, dan karena alasan tersebut kami masih harus menggunakan Diesel sebagai sumber pompa listrik. Ke depan Bumi Langit berharap akan sepenuhnya mengunakan energi alternatif dan mesin diesel hanya sebagai sistem penunjang (backup).

Akhir dari perjalanan kita adalah Dapur, tempat yang menjadi sumber keberkahan dan kehidupan bagi kami semua. Di tempat ini, semua produk yang kami hasilkan mencapai nilai puncaknya. Bukan hanya sebagai barang yang enak terlihat enak rasanya, tetapi menjadi produk yang baik dan berkah, karena semua pengolahan dimulai dengan niat yang baik disertai dengan ilmu dan proses yang baik pula.

Dalam perkembangannya Bumi Langit akan lengkap dengan akomodasi, baik untuk keperluan individual maupun asrama bagi mereka yang bekerja atau peserta pelatihan.

ENERGI RAMAH LINGKUNGAN

Salah satu tujuan awal Bumi Langit adalah mewujudkan keseimbangan antara tubuh dan roh kehidupan. Dalam perilaku keseharian manusia hal ini sangat terkait erat dengan kemampuan kita dalam memanfaatan secara kreatif sumber-sumber energi terbarukan (renewable energy) yang berada di alam sekitar kita.

Tabung Biogas

Bumi Langit secara sadar tidak mengunakan PLN sebagai sumber listrik dengan harapan kita semua dapat belajar dan merancang kehidupan kita dengan menggunakan listrik dari sumber yang terbarukan secara berkelanjutan. Sampai saat ini Bumi Langit menggunakan sistem hybrid antara panel surya dan tenaga Diesel, ia berharap dalam waktu dekat bisa sepenuhnya mandiri dan lepas dari penggunaan bahan bakar fosil.

Saat ini sistem energi yang sudah tertata di Bumi Langit adalah energi yang berasal dari kotoran padat hewan dan manusia yang terolah menjadi Bio Gas dalam sebuah tabung pengolahan (digester) berukuran 9 meter kubik. Dari tabung pengolahan (digester) ini ia mendapat sisa lumpur padat untuk pangan ternak cacing, sementara sisa buangan cair kami manfaatkan untuk membantu mengurai limbah cair rumah tangga.

Strerilisasi air dari Biogas ke kolam ikan

Pengolahan limbah cair dengan mengunakan bakteri dan mikroba adalah salah satu sistem yang kami terapkan di Bumi Langit, seluruh limbah cair dari dapur, kamar mandi, dan lain-lainnya berproses menjadi sumber air yang pada akhirnya bermanfaat bagi kolam dan kebun.

BUMI LANGIT DAN PERMACULTURE

Dalam sejarahnya, Bumi Langit adalah sarana terbutka bagi masyarakat agar dapat melihat dan belajar bersama mengenai hubungan saling memberi manfaat antara manusia dan lingkungannya sesuai tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi untuk menjaga dan menata lingkungan berdasarkan prinsip keseimbangan Sunnatullah.

Bumi Langit berda di bawa naungan Yayasan Wakaf Bumi Langit, sebuha lembaga wakaf islam yang berdiri jak Mei 2014 yang bertujuan untuk membantu perwujudan masyarakat madani melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan, penerimaan wakaf, penyaluran zakat, infaq, shodaqoh yang terkait dengan pengembangan kehidupan sesuai hukum alam.

Perkebunan Bumi langit dibudidaya secara permaculture

Dalam perjalanan, Bumi Langit telah bekerjasama dengan banyak lembaga antara lain Pusat Studi Lingkungan UGM, Pusat Studi Perdagangan Dunia UGM, Jurusan Arsitektur UGM, Pusat Kajian Pangan Tradisional UGM, Unib Islam Indonesia, Slow Food Yogyakarta, Kelompok Pengajian di Kec. Imogiri, dll.

Bumi Langit adalah sebuah tempat belajar tentang hubungan mutual antara kehidupan manusia dengan alam lingkuan. Dalam hubungan itu manusia memiliki tanggung jawab dan peran yang sangat penting untuk menjaga dan menata lingkungan hidupnya agar selalu utuh dalam keseimbangan. Sebagai inosiator, Bumi Langit memfasilitasi kesadaran tentang peran dan tanggung jawab manusia.

Bumi Langit adalah tempat kebijaksanaan dan keterampilan dari tradisiā€tradisi luhur kemanusiaan dapat kita pelajari dan aplikasikan kembali dalam kehidupan keseharian kita. Sebuah tempat teknologi modern hadir sebagai solusi, bukan awal dari permasalahan. Tempat nilai etika (adab) yang baik menjadi fondasi dasar dalam hubungan antara manusia dengan alam lingkungannya, juga manusia terhadap manusia lainnya.

Peternakan sapi pedaging sebagai siklus alam menghasilkan daging dan biogas

Tempat pendekatan hidup adalah kerja sama (koperatif), bukan persaingan (kompetisi). Tempat yang menghadirkan kembali makna kemanfaatan yang luas dan kearifan sebagai dasar dalam semua perencanaan dan tindakan dalam kehidupan kita.

Permakultur adalah sebuah keilmuan yang terkait dengan cara hidup yang kreatif dalam menjaga keseimbangan dan keindahan (menyatukan langit dan bumi). Hubungan manusia tehadap alam dan manusia terhadap Manusia lainnya semua terjaga (preserved) dan terpelihara (enhanced) dengan prinsip-prinsip yaitu, perencanaan yang baik dan bijaksana, penggunaan sumber sumber alam dengan amat hati hati, dan pendekatan yang beradab (ethical) dengan menghargai semua kehidupan.

You may also like

Comments are closed.

More in Properti