Wisatawan naik kereta api ke Bojonegoro

Bojonegoro, Kaya Migas dan Banyak Destinasi Wisata

INDOWORK.ID, BOJONEGORO: Bojonegoro dikenal sebagai daerah strategis yang dapat ditempuh dengan berbagai moda transportasi. Saya memulai perjalanan dengan kereta api  dari stasiun Gambir, Jakarta.

Memang banyak pilihan transportasi ke destinasi ini. Mulai dari pesawat terbang, bus, hingga kendaraan pribadi dapat dijangkau dengan mudah.

Apalagi posisinya yang terletak di perbatasan Kabupaten Tuban, Nganjuk, Ngawi, dan Blora, menjadikan Bojonegoro cocok sebagai destinasi wisata Jawa Timur.

Ibu kotanya adalah Kecamatan Bojonegoro. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan tujuh kabupaten, yaitu Tuban di bagian utara, Lamongan (timur), Jombang, Nganjuk, Madiun (selatan), dan serta bagian barat dengan Blora, Jawa Tengah.

Sebagai gerbang masuk utama Jawa Timur dari arah barat, wilayah barat Bojonegoro (perbatasan dengan Jawa Tengah) merupakan bagian dari Blok Cepu, salah satu sumber deposit minyak bumi utama di Indonesia. Per sensus penduduk 2020, penduduk Kabupaten Bojonegoro berjumlah 1.339.100 jiwa dengan kepadatan 580 jiwa/km2.

PENGARUH HINDU

Masa kehidupan sejarah Indonesia Kuno ditandai oleh pengaruh kuat kebudayaan Hindu yang datang dari India sejak Abad I. Hingga abad ke-16, Bojonegoro termasuk wilayah kekuasaan Majapahit. Seiring dengan berdirinya Kesultanan Demak pada abad ke-16, Bojonegoro menjadi wilayah Kesultanan Demak.

Dengan berkembangnya budaya baru yaitu Islam, pengaruh budaya Hindu terdesak dan terjadilah pergeseran nilai dan tata masyarakat dari nilai lama Hindu ke nilai baru Islam dengan disertai perang dalam upaya merebut kekuasaan Majapahit (wilwatikta). Peralihan kekuasaan yang disertai pergolakan membawa Bojonegoro masuk dalam wilayah Kesultanan Pajang (1586), dan kemudian Kesultanan Mataram (1587).

Pada 20 Oktober 1677, status Jipang yang sebelumnya adalah kadipaten diubah menjadi kabupaten dengan Wedana Bupati Mancanegara Wetan, Mas Tumapel yang juga merangkap sebagai Bupati I yang berkedudukan di Jipang. Tanggal ini hingga sekarang diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Bojonegoro.

Ketika Sunan Pakubuwono II (Kasunanan Surakarta) naik takhta, pusat pemerintahan Kabupaten Jipang dipindahkan dari Jipang ke Rajekwesi, sekitar 10 km sebelah selatan kota Bojonegoro sekarang.

MIGAS DAN WISATA

Kabupaten Bojonegoro,  dikenal sebagai daerah penghasil migas terbesar di Indonesia. Namun kabupaten yang dilintasi Sungai Bengawan Solo dan pegunungan ini juga memiliki deretan destinasi wisata yang menarik dikunjungi. Baik itu wisata alam maupun wisata buatan.

Akses untuk menjangkau objek wisata di Kabupaten Bojonegoro sangat mudah. Bisa diakes melalui kendaraan roda empat maupun dua. Jalan menuju tempat piknik tersebut telah dibangun dengan rigid beton maupun aspal.

You may also like

Comments are closed.

More in Properti