Inilah Pesan Hasan Zein Mahmud untuk Manajemen Baru Bursa Efek Indonesia

INDOWORK.ID, JAKARTA: Manajemen baru Bursa Efek Indonesia tampaknya perlu mencermati saran Hasan Zein Mahmud, Presdir BEJ periode 1992-1992,  yang kini menjadi invenstor ritel.

Puluhan kali Hasan Zein Mahmud menulis bahwa fungsi utama suatu bursa adalah price discovery. Fungsi itu hanya bekerja baik bila struktur pasar bersifat “atomic”, yaitu ketika tidak ada seorang pelaku pun, yang secara individual mampu menentukan harga.

CIPTAKAN HARGA SEMU

Hasan Zein Mahmud

Dalam konteks itu, maka kehadiran bandar atau buzzer atau influencer atau apa pun namanya, yang mampu menentukan harga, akan menciptakan harga semu. Manipulatif. Satu price maker. Sisanya price takers.

Sekedar perbandingan, di NYSE, begitu jumlah pemegang saham mendekati 500, maka sebuah listed company akan dianggap berubah menjadi closed private company. Termasuk berhentinya pemenuhan persyaratan continuous disclosures.

Karena itu, begitu jumlah pemegang saham turun mendekati 500 (yang nemiliki kurang dari satu lot, tidak dihitung), pemegang saham publik akan ramai-ramai meninggalkan perusahaan tersebut.

MILIKI SPECIALIST

Gedung Bursa Efek Indonesia

Selain itu, setiap saham tercatat, memiliki seorang specialist. Semacam trader of the last resort, yang berfungsi menyediakan likuiditas dan memelihara kewajaran harga saham.

Seandainya fungsi sejenis specialist diperkenalkan di sini, dan para bandar diminta keluar dari persembunyian dan difasilitasi menjadi specialist, bertransaksi secara langsung dan terbuka dengan para pemegang saham (ritel), pasar modal Indonesia mampu bergerak ke arah pasar yang transparan, wajar, lancar, efisien dan adil. Misi yang diembannya, menurut undang undang.

TANPA BURSA

Bursa Efek Indonesia ketika masih tradisional

Kita cenderung menganggap pasar modal indentik dengan bursa saham. Padahal pasar modal bisa tetap berfungsi tanpa bursa sama sekali.  Kegiatan mobilisasi dana, menunjang pertumbuhan dan ekspansi usaha, sharing pemilikan, bagi bagi keuntungan, tetap bisa berjalan dengan baik. Harga sahamnya memang tidak diketahui, karena fungsi price discovery tidak hadir

Menurut Hasan, itu masih lebih baik ketimbang fungsi price discovery ternyata hanya menghasilkan harga yang manipulatif dan semu. Kontraproduktif terhadap aktivitas finansial yang bisa dipercaya. Walau boleh jadi tetap ramai, seperti kegiatan spekulatif dan judi lainnya.

You may also like

Comments are closed.

More in Properti