Jasa Marga Buat Sistem Kerja Disebut JM WAY

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: JM Way (Jasa Marga Integrated Management System) terbentuk dari identifikasi dan integrasi dari beberapa proses. Integrasi tersebut melibatkan tenaga kerja, pemasok dan mitra kunci, kontraktor, dan komponen rantai sebagai satu alur kerja dalam menghasilkan produk, layanan, serta proses bisnis dan pendukung.

Sistem kerja terdiri dari proses kerja internal dan sumber daya eksternal yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan memproduksi, serta menyampaikannya kepada pelanggan, dan agar sukses di pasar. Sistem kerja Jasa Marga sudah berstandar internasional ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO/ DIS 45001:2016, dan berdasarkan persyaratan BALDRIGE CRITERIA 2015-2016.

Proses-proses tersebut diklasifikasikan berdasarkan jenis dan status pentingnya proses dilihat dari hubungannya terhadap realisasi produk atau proses produksi. Klasifikasi proses-proses tersebut dikelompokkan menjadi empat kategori proses, yaitu: proses inti (core process), proses pendukung (support process), proses perencanaan (planning process), dan proses tinjauan & perbaikan (review & improvement process).

STEP 1 — PROSES INTI (CORE PROCESS)

Proses Inti adalah proses yang dilaksanakan atas dasar dorongan permintaan pelanggan dan stakeholders lainnya berupa produk & layanan, sehingga persyaratan tersebut dapat dipenuhi dalam produk yang ditawarkan untuk menciptakan kepuasan pelanggan. Proses yang terdapat pada proses inti meliputi: pengelolaan layanan transaksi, pengelolaan layanan lalu lintas, pengelolaan layanan konstruksi, pengembangan usaha jalan Tol, dan pengembangan usaha lain.

STEP 2 — PROSES PENDUKUNG (SUPPORT PROCESS)

Proses pendukung adalah proses-proses yang muncul atas dasar kebutuhan karena adanya proses inti atau proses perencanaan yang hasilnya secara langsung maupun tidak langsung mendukung proses inti. Dilihat dari sifat prosesnya, proses pendukung juga merupakan proses penting di Jasa Marga sebab tanpa proses ini pelaksanaan proses inti tidak akan bisa dilaksanakan. Proses yang terdapat pada proses pendukung meliputi: pengelolaan sdm, pengelolaan keuangan, pengelolaan teknologi informasi, pengelolaan administrasi perusahaan, pengelolaan logistik, dan manajemen bisnis.

STEP 3 — PROSES PERENCANAAN (PLANNING PROCESS)

Proses perencanaan adalah proses-proses yang dilaksanakan atas dasar rencana bisnis dan sasaran Jasa Marga proses ini dimaksudkan untuk mengantisipasi perubahan-perubahan lingkungan bisnis, baik internal maupun eksternal, sehingga konsistensi mutu produk dan kinerja organisasi tetap bisa terpelihara. Proses yang terdapat pada proses perencanaan meliputi: perencanaan perusahaan, perencanaan dan pengembangan teknik jalan Tol, dan manajemen risiko.

STEP 4 — PROSES TINJAUAN DAN PERBAIKAN (REVIEW & IMPROVEMENT PROCESS)

Proses tinjauan dan perbaikan adalah suatu proses yang dilaksanakan dengan melihat hasil dari berbagai elemen sistem kerja yang memerlukan adanya perbaikan/penyempurnaan. Berkaitan dengan upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas Jasa Marga secara berkesinambungan. Secara spesifik aktivitas yang terdapat pada proses ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan kepatuhan dan konsistensi terhadap implementasi JM WAY. Proses yang terdapat pada proses tinjauan dan perbaikan meliputi: pengelolaan audit, pengukuran kinerja manajemen, pengelolaan IMS, dan pengelolaan inovasi.

You may also like

Comments are closed.

More in Jalan