Jasa Marga Sukses Implementasikan Elektronifikasi 100% Nontunai

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Gerakan transaksi non tunai mulai digagas sejak 2007. Jasa Marga sebagai BUJT yang pertama kali menerapkan sistem pembayaran elektronik itu telah membangun GTO (Gerbang Tol Otomatis) di beberapa cabang.

Perubahan metode pembayaran transaksi ini merupakan bentuk dukungan Jasa Marga untuk program Gerakan Nasional Non tunai (GNNT). Pada tahap lanjut, berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 16/PRT/M/2017 tentang Transaksi Tol Non tunai di Jalan tol, Jasa Marga diwajibkan melaksanakan elektronifikasi 100% non tunai pada seluruh gardu.

Saat itu, proses yang berjalan baru 30%, tapi dengan tekad yang kuat, akhirnya dapat terwujud. Sampai tenggat akhir elektronifikasi, tanggal 31 Oktober 2017, Jasa Marga memastikan kesiapan gardu dan petugas di lapangan.

Jasa Marga juga bekerjasama dengan perbankan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan. Perbankan juga memberikan solusi terhadap permasalahan mesin/ reader, top up Uang Elektronik, hingga melakukan sosialisasi masif bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya di bawah koordinasi Bank Indonesia serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, agar pengguna jalan dapat terinfo secara merata.

Penerapan elektronifikasi 100% non tunai sendiri ini merupakan bagian dari tahapan menuju Multi Lane Free Flow (MLFF) sebagai bagian dari program pemerintah. Program ini telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 16/PRT/M/2017.

Berkembang Secara Bertahap

Setelah tahap elektronifikasi seluruh jalan Tol pada Oktober 2017, berikutnya adalah integrasi sistem ruas jalan Tol. Terakhir adalah tahap integrasi ruas jalan Tol serta pembentukan Konsorsium Electronic Toll Collection (ETC).

Pada masa transisi perubahan sistem pembayaran, Jasa Marga juga terus menerus mengimbau pengguna jalan untuk menggunakan Tol seperti biasanya. Selain itu, pengguna jalan Tol diharapkan untuk menyiapkan uang elektronik dengan jumlah saldo yang cukup sebelum memasuki jalan Tol, meletakkan uang elektronik tidak jauh dari jangkauan, serta memberikan ciri/tanda yang khas pada uang elektronik sebagai identitas kepemilikan.

Untuk mendukung kelancaran penerapan 100% pembayaran non tunai, Jasa Marga juga memastikan infrastruktur yang layak fungsi. Dukungan petugas di lapangan melalui Standard Operating Procedure (SOP) dilakukan guna mengantisipasi apabila terjadi kepadatan di gerbang Tol, yang dapat diakibatkan karena saldo uang elektronik yang habis/kurang atau uang elektronik yang tidak terbaca/rusak/hilang.

Transaksi Yang Mudah dan Sederhana

Pembayaran non tunai di gerbang tol sendiri menawarkan banyak keuntungan. Mulai dari transparansi dalam transaksi sehingga tidak ada kesalahan dalam pengembalian uang kembalian.

Transaksi di gerbang tol juga menjadi lebih mudah karena cukup dengan menempelkan kartu uang elektronik saja. Hal terpenting dalam kebijakan elektronifikasi ini adalah meminimalisir antrean di gerbang Tol.

Pengguna jalan tol wajib menggunakan uang elektronik untuk bertransaksi di jalan tol. Tujuan elektronifikasi pada transaksi jalan tol ini adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan Tol agar aman, akurat, praktis, dan lebih cepat.

Selain target implementasi system pembayaran elektronifikasi jalan Tol, target berikutnya adalah menyediakan layanan non tunai untuk seluruh ruas tol baru. Selanjutnya, akan dilakukan pula integrasi antara seluruh ruas tol serta transaksi non tunai di jalan tol menggunakan teknologi berbasis nirsentuh (transaksi pembayaran uang Tol yang dilakukan tanpa bersentuhan secara fisik dengan peralatan transaksi Tol), dikenal dengan Multi Lane Free Flow (MLFF).

Jasa Marga telah melaksanakan beberapa tahap dalam strategi perusahan menuju transaksi MLFF. Mulai bulan Maret 2013, Jasa Marga telah melaksanakan pemasangan perangkat e-Toll Pass sejumlah 162 unit. Perangkat e-Toll Pass dapat dikategorikan sebagai salah satu teknologi Single Lane Free Flow (SLFF), yaitu SLFF dengan Barrier.

Kedepannya akan diujicobakan untuk SLFF tanpa Barrier untuk selanjutnya dikembangkan menuju MLFF. Saat ini Jasa Marga menunggu kebijakan pemerintah dan secara aktif memberikan masukan kepada Pemerintah terkait dengan penerapan MLFF.

You may also like

Comments are closed.

More in Jalan