Melalui Program CSR, Adaro Kontribusi di Beberapa Bidang

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Masyarakat di sekitar tambang merupakan bagian yang terpenting dalam operasional bisnis Adaro.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Adaro berkontribusi pada pengembangan masyarakat yang meliputi lima bidang: ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, dan lingkungan. Misi Adaro yakni ingin mewujudkan masyarakat pasca tambang yang mandiri melalui berbagai usaha lokal yang potensial di antaranya pertanian, perikanan, dan perdagangan.

Adaro menyediakan konsultan untuk meningkatkan produktivitas para petani karet dan peternak ikan. Dan membuka akses pemasaran bagi produk-produk mereka, membina Usaha Kecil Menengah (UKM) setempat. Dan membangun infrastruktur yang diperlukan untuk pengembangan usaha. Penerima manfaat program ini berjumlah 44 desa di sekitar wilayah operasi Adaro.

Pentingnya Pendidikan

Tokoh anti-apartheid dan mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela pernah mengatakan “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” Pernyataan ini menunjukkan betapa pendidikan memegang peranan sangat penting bagi kehidupan seseorang.

Adaro memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kualitas pendidikan masyarakat. Sejak awal beroperasi, Adaro telah memberikan beasiswa kepada 1.342 mahasiswa hingga mereka menyelesaikan pendidikan S1.

Sejak 2010 hingga 2016 Adaro telah memberikan beasiswa penuh kepada 97 mahasiswa yang meliputi SPP, biaya hidup dan biaya penelitian melalui program Beasiswa Utusan Daerah (BUD). Tiga puluh enam dari mereka telah menyelesaikan pendidikan dan mendapatkan gelar kesarjanaan dari IPB.

Total sebanyak 3.000 siswa tingkat sekolah dasar hingga universitas Strata 1 dan Pasca Sarjana mendapat beasiswa dari Adaro. Peningkatan kualitas pendidikan usia dini juga menjadi fokus Adaro.

Memberi Pendidikan Dari PAUD Hingga Beasiswa

Melalui Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN), Adaro berupaya berperan aktif dalam penyediaan kesempatan bagi anak-anak yang sedang dalam masa golden age (0-6 tahun) di wilayah sekitar tambang agar dapat mengikuti proses pendidikan yang bermutu dan menyenangkan.

Bekerja sama dengan Indonesia Heritage Foundation (IHF), secara bertahap hingga 2016 YABN menerapkan konsep “Pendidikan Holistik Berbasis Karakter” (PHBK) di 20 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terpilih di Kabupaten Tabalong, Balangan, Barito Timur dan HSU melalui program Peningkatan Kompetensi Guru PAUD yang dianggap masih sangat lemah dan memerlukan dukungan.

Melalui program ini diharapkan jumlah anak-anak yang memperoleh pendidikan dengan konsep PHBK semakin meningkat, termasuk meningkatnya kualitas pengajar PAUD.

Upaya Adaro dalam membangun negeri akan terus berlanjut dengan rencana pembangunan 200 sekolah tambahan untuk peningkatan PAUD. Bagi siswa sekolah dasar dan menengah, Adaro melaksanakan Program Penguatan Sains (Adaro Science Education Enhancement Program) sejak 2010.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan kecintaan siswa terhadap sains dari tingkat SD dan SMP. Program ini sampai sekarang telah melibatkan ratusan guru dan ribuan siswa di berbagai level sekolah yang berasal dari Kabupaten Tabalong, Balangan, Barito Timur dan Hulu Sungai Utara.

Pada 2016, Implementasi Program Penguatan Sains dilaksanakan melalui pembentukan klub sains di sekolah-sekolah peserta program. Diharapkan melalui berbagai kegiatan klub sains anak-anak dapat mempelajari sains sekaligus melatih berbagai keterampilan ilmiah sejak dini, seperti keterampilan berpikir (berpikir kritis, berpikir kreatif, komunikasi, pemecahan masalah, dan membuat keputusan). Dan keterampilan ilmiah (kemampuan melakukan observasi, menginvestigasi, berhipotesis, menginterpretasi data, dan menganalisis data).

Hingga saat ini, Adaro telah membantu hampir 10.000 murid melalui program beasiswa, memberikan pelatihan kepada lebih dari 3.000 guru dan memperbaiki infrastruktur dari 89 sekolah.

Program Kesehatan Dan Pelatihan

Masalah kesehatan masyarakat juga menjadi fokus Adaro dalam melaksanakan program CSR. Adaro menjalankan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk meningkatkan sanitasi masyarakat.

Melalui program ini, Adaro memberikan pelatihan kepada 63 fasilitator STBM yang terdiri dari para relawan, sanitarian dan anggota TNI. Hasilnya, 645 toilet baru berhasil dibangun oleh masyarakat setempat.

Sebelumnya, sebagian masyarakat masih memiliki kebiasaan hidup yang tidak sehat. Namun berkat program ini, masyarakat beserta keluarganya terbantu untuk menerapkan pola hidup sehat.

Masyarakat sekitar tambang telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap aktivitas Adaro. Kearifan lokal menjadi hal yang sangat dihargai sehingga Adaro memberikan dukungan untuk pengembangan dan pelestarian budaya lokal melalui berbagai kegiatan. Di antaranya festival budaya masyarakat Tabalong yang disebut Tabalong Etnic Festival.

Membangun kemandirian ekonomi masyarakat merupakan salah satu bentuk pengabdian Adaro untuk negeri. Melalui Program Adaro Santri Sejahtera (PASS) Adaro memberikan pendidikan kewirausahaan untuk membangun jiwa kemandirian dan kewirausahaan para santri.

Program ini memberikan pelatihan, praktik kerja dan pengadaan sarana untuk sektor usaha tanaman hidroponik, keripik pisang, budidaya ikan, menjahit serta membuat kain sasirangan. Upaya ini akan terus berlanjut untuk menciptakan semangat positif dalam masyarakat melalui kewirausahaan santri.