Gagal Timor dan Bimantara, Mobil Nasional Tak Pernah Pupus

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Ide, visi, dan semangat membangun mobil nasional di Indonesia rupanya tak pernah pupus pasca-cerita kegagalan mobil nasional Timor dan Bimantara Cakra.

Beberapa pengusaha lokal diketahui merintis membangun mobil nasional model mobil mikro atau microcar, seperti mobil FIN Komodo, AG-Tawon, GEA, Kancil, Wakaba, Merapi, Boneo, ITM, dan lain-lain. Sebagian dari merek-merek mobil tersebut ada yang sudah selesai tahap produksi alias siap dipasarkan, tapi ada pula yang masih berstatus produk purwarupa alias prototipe.

Para produsen atau pengusaha microcar tersebut kemudian sepakat membentuk asosasi kendaraan domestik dengan nama Asosiasi Industri Automotive Nusantara (AsiaNusa) pada Februari 2010 yang difasilitasi Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

ASOSIASI STRATEGIS

Dalam laman resmi asianusa.blogspot.com disebutkan bahwa Asosiasi ini sangat strategis untuk dijadikan mitra oleh pemerintah dalam menjalankan kebijakan dan pelaksanaannya untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia melalui industri otomotif nasional yang mandiri.

AsiaNusa memiliki beberapa kriteria anggota, seperti konsep perancangan produk oleh orang Indonesia, analisis perancangan oleh orang Indonesia, pemilik paten Indonesia, pemilik perusahaan warga negara Indonria, manufakur oleh orang Indonesia, dan perakitan juga dilakukan oleh orang Indonesia.

Atas pertimbangan kriteria tersebut, saat ini AsiaNusa memiliki anggota yang sudah memasuki tahapan produksi dan siap dijual, yakni FIN Komodo, AG-Tawon, GEA, dan Kancil. Sementara model Wakaba, Merapi, Boneo, dan ITM masih dalam tahapan produk purwarupa alias prototipe. Ini belum memasukkan mobil-mobil lokal purwarupa yang dikembangkan oleh perguruan tinggi atau universitas di Indonesia.

You may also like

Comments are closed.

More in Bisnis