5 Perusahaan Lokal yang Berhasil Memproduksi Mobil Mikro di Indonesia

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Industri mobil di Indonesia semakin berkembang dengan hadirnya beberapa produsen lokal yang berhasil memproduksi mobil mikro alias microcar. Salah satu di antaranya adalah AsiaNusa, namun ada juga beberapa perusahaan lain yang turut serta dalam mengembangkan jenis mobil ini.

AsiaNusa memiliki beberapa mobil mikro produksi mereka. Selain mobil mikro produksi anggota AsiaNusa, berikut ini beberapa perusahaan yang sedang mengembangkan dan berhasil memproduksi mobil lokal skala micro alias microcar:

PT Super Gasindo Jaya (Tawon)

Mobil mikro Tawon adalah merek mobil nasional buatan PT Super Gasindo Jaya. Mobil ini dirintis sejak 2012 yang diperkenalkan sebagai mobil mini dengan kapasitas mesin hanya 650 cc dan diharapkan bersaing di pasar mobil low cost and green car (LCGC).

Mobil ini dirakit di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Sempat populer, kini publik tak mendengar lagi kabar mobil nasional Tawon ini.

PT FIN Komodo Teknologi (Komodo)

PT FIN Komodo Teknologi di Cimahi, Jawa Barat, mengembangkan mobil nasional FIN Komodo sejak 2005. Mobil ini adalah jenis off-road tipe cruiser yang dirancang khusus untuk medan Indonesia.

Mobil ini juga dilengkapi dengan mesin yang irit bahan bakar dan dibanderol mulai dari Rp110 juta. Mobil FIN Komodo juga mendapat penghargaan tertinggi dalam kategori “Design Product” pada Penghargaan Indonesia Good Design Selection 2020.

Saat ini, FIN Komodo sedang mengembangkan tipe mobil listriknya yang sudah selesai melakukan uji jalan. FIN Komodo Bledhex adalah mobil listrik off-road yang mampu menempuh jarak hingga 150 km dengan satu kali pengisian daya selama 3 jam.

PT INKA (GEA)

GEA adalah merek mobil Indonesia buatan PT INKA, sebuah BUMN yang berbasis di Madiun, Jawa Timur. Awalnya, PT INKA memproduksi kereta api, tetapi karena turunnya pesanan pada tahun 2000-an, perusahaan memutuskan untuk memproduksi mobil sendiri dengan konsep mobil untuk wilayah pedesaan.

GEA menggunakan mesin Rusnas berkapasitas 640 cc yang dikembangkan oleh BPPT RI dan beberapa komponen mobil diproduksi oleh perusahaan lokal di Jawa Timur. Mesin dan transmisi GEA diimpor dari China karena belum ada pemasok lokal yang mampu memproduksinya.

Prototipe mobil GEA berhasil dikembangkan hingga mencapai generasi ke-8 dan akhirnya dipasarkan sebagai city car dengan harga Rp45-50 jutaan. Namun, produksi GEA dihentikan setelah kebijakan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang meminta PT INKA fokus pada produksi kereta api. Sejak itu, GEA hanya menjadi cerita pendek dalam program mobil nasional.

PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (AMMDes)

PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) adalah anak usaha PT Astra Otoparts Tbk (Grup Astra) yang dibangun pada 31 Mei 2018. Perusahaan ini mendesain dan memproduksi mobil serbaguna yang dinamakan AMMDes (Alat Mekanis Multiguna Pedesaaan), yang juga hasil kerja sama dengan Kementerian Perindustrian RI.

Pada tahun 2018, Kementerian Perindustrian berkolaborasi dengan KMWI dan berhasil membuat model prototipe AMMDes yang terus mendapat pengembangan sehingga pada 2019 telah memasuki tahapan produksi massal.

Pada 5 Maret 2019 di pabrik KMWI Citeureup, Bogor, Jawa Barat, AMMDes KMW versi Off-Road resmi diproduksi secara massal. Sebagai karya anak bangsa, AMMDES KMW Off-Road diproduksi di lahan seluas 7 hektare dengan kapasitas produksi sebesar 3.000 unit per tahun dan dapat ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya sesuai dengan permintaan pasar.

Mobil mikro serbaguna ini dirancang untuk membantu aktvitas pertanian dengan dukungan lebih dari 60 industri dalam negeri sebagai pemasok komponennya.

Reiza Treistanto, Presiden Direktut PT KMWI, saat acara produksi komersial perdana AMMDES mengatakan mobil mikro ini memiliki tingkat kandungan lokal (TKDN) sebesar 70 persen, sedangkan dari sisi jumlah komponen sekitar 90 persen dibuat di dalam negeri sebagaimana dikutip dari laman resmi kmwi-astra.com/peresmian-produksi-massal-ammdes-kmw.

Pada tahap awal, pemasaran AMMDes akan menyasar institusi pemerintah melalui e-Katalog di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Selain itu, AMMDes akan dipasarkan juga secara ritel kepada pengguna akhir.

Pada 2020 KMWI terus membuat AMMDes KMW versi On The Road yang akan terus dikembangkan menjadi kendaraan pedesaan yang inovatif dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

You may also like

Comments are closed.

More in Otomotif