Tantangan Industri Otomotif Indonesia dalam Pengembangan Jenis Kendaraan

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Industri otomotif Indonesia sejak lama telah menjadi sorotan. Terutama dalam hal pengembangan jenis kendaraan yang harus dilakukan di Tanah Air.

Kendaraan Niaga Lebih Difokuskan Dibanding Kendaraan Penumpang di Indonesia

Fokus pengembangan industri selama 40 tahun terakhir lebih difokuskan pada jenis kendaraan niaga. Rasio antara kendaraan penumpang seperti sedan, SUV, atau MPV, serta jenis kendaraan non-penumpang seperti pick-up, truk, dan bis adalah sekitar 70% dan 30%.

Pasar kendaraan penumpang di Indonesia sangatlah kecil, hanya sekitar 3% dari seluruh permintaan produk otomotif. Orang Indonesia lebih memilih kendaraan niaga untuk angkut penumpang dan barang karena lebih luas daripada sedan.

Namun, pasar dunia memiliki rasio yang berbeda dengan Indonesia, yaitu sekitar 90% kendaraan penumpang dan sisanya adalah kendaraan non-penumpang. Dalam banyak diskusi, Indonesia diibaratkan sebagai ikan besar di kolam kecil. Hal ini karena lebih mengembangkan kendaraan niaga dibanding kendaraan penumpang yang lebih populer di pasar dunia.

Investasi Produsen Otomotif Meningkatkan Kapasitas Terpasang, Tapi Pasar Stagnan Selama 5 Tahun

Meskipun demikian, produsen otomotif Indonesia saat ini lebih memilih mengimpor sedan dari luar negeri seperti Thailand untuk mengisi kebutuhan pasar domestik. Namun, jika ingin memperluas pasar ekspor, maka pilihan pasar akan menjadi terbatas. Karena hanya negara berkembang yang memiliki keserupaan dengan pasar kendaraan Indonesia yang lebih mengembangkan kendaraan niaga.

Investasi produsen besar-besaran meningkatkan kapasitas terpasang nasional hingga 2 juta unit/tahun, namun pasar otomotif stagnan selama 5 tahun. Pertanyaannya adalah bagaimana mengisi kapasitas yang berlebih ini?

Dilema sulit dihadapi saat ini adalah investasi tooling untuk sedan memerlukan waktu, yang berdampak pada kesiapan industri komponen yang tentu lebih lambat lagi. Kapasitas produksi dan pemanfaatannya dari industri komponen di Indonesia telah mencapai lebih dari 1.500 pemain.

Tingkat pemenuhan kandungan lokal akan menjadi kendala di masa depan. Banyaknya komponen inti yang belum diproduksi di dalam negeri dan masih harus diimpor menjadi kendala utama.

Beberapa bahan baku utama seperti baja, paduan aluminium, karet, dan bijih plastik untuk tingkat kualitas otomotif tertentu juga harus diimpor karena belum diproduksi di dalam negeri. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dan bea masuk yang lebih mahal juga akan cukup mengganggu perkembangan industri komponen. Hal ini menjadi tantangan bagi industri otomotif Indonesia yang sedang berkembang pesat dengan target peningkatan produksi dan ekspor.

What is your reaction?

0
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly

You may also like

Comments are closed.

More in Bisnis