Abu Ashar, Putra Sulsel yang Jadi Direksi Vale Indonesia

INFRASTRUKTUR.CO.ID, LUWUK TIMUR: Siapa bilang putra daerah tak mampu berbicara di perusahaan multinasional? Buktinya ada di PT Vale Indonesia Tbk. Putra asli Sulawesi Selatan itu menjadi direksi di perusahaan multinasional yang beroperasi di kampung halamannya.

Sosok itu adalah Itulah sebabnya Abu Ashar. Pada 5 Mei lalu, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Vale Indonesia Tbk. mengangkat sarjana dari Universitas Hasanuddin angkatan 1988 itu menjadi direksi perusahaan yang bergerak dalam industri tambang nikel.

Abu Ashar, Kristanto Hartadi, Sylvester Simamora

Abu Ashar mengatakan bahwa ontribusi PT Vale Indonesia Tbk. terhadap pendapatan negara mencapai Rp129 triliun dan menyumbang devisa Rp67,5 triliun dalam 10 tahun terakhir. Di sisi lain, kontribusi sosial yang diberikan untuk provinsi Sulawesi mencapai 13 kabupaten.

“Meski kami beroperasi di Sulawesi Selatan, tapi kegiatan sosial kami lakukan untuk seluruh Sulawesi. Bahkan ada aksi corporate social responsibility di Jawa Barat,” kata Abu Ashar di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Selasa, 16 Mei 2023.

Ia mencontohkan bahwa di lingkungan tambangnya Vale membangun rumah sakit yang mampu melayani warga setempat mencapai 2.000 pasien setiap bulannya. “Begitu pun yang rawat inap, bisa mencapai 200 pasien per bulan,” katanya.

PROGRAM BEA SISWA

Putra Sulawesi Selatan yang menjadi direksi itu mengatakan bahwa untuk program bea siswa pihaknya telah memberikan kepada sedikitnya 4.400 pelajar. Abu menjelaskan hal tersebut di tengah acara Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh Lembaga Pers dr. Soetomo (LPDS).

Kegiatan yang berlangsung 3 hari, pada 15-17 Mei 2023 tersebut, digagas oleh Head of Communication PT Vale Indonesia Tbk Bayu Aji. “Media adalah mitra kami, untuk itu PT Vale melaksanakan UKW,” katanya.

Meskipun PT Vale yang memfasilitasi kegiatan ini, kata Bayu Aji, namun diharapkan peserta UKW mengeluarkan seluruh potensi yang ada agar nantinya semua bisa lulus. “Tidak ada jaminan untuk menentukan kelulusan, tetapi kita berharap semua bisa lulus,” ujarnya lagi.

Bayu Aji menyinggung bahwa saat ini muncul isu bahwa tambang di Indonesia sudah rusak. “Teman-teman media bisa melihat bagaimana PT Vale mengelola lingkungan.”

KOMITMEN PENUH

Bayu Aji, Abu Ashar, Kristanto Hartadi, Sylvester Simamora, Nana Jamal

Saat ini PT Vale memiliki 2.5 hektare fasilitas pembibitan dengan kapasitas produksi sampai 700,000 benih per tahun di Sorowako. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami pada rehabilitasi dan keanekaragaman hayati di tempat kami beroperasi.

“Untuk total area yang dibuka hingga akhir September 2022 seluas 5,400 hektar. Lahan yang telah direklamasi sampai akhir September 2022 seluas 3,424 hektar. Sementara pohon yang disiapkan sebanyak 4,4 juta,” paparnya.

Menurutnya, jenis pohon yang telah ditanam, di antaranya endemik ebony, dengan, Kaloju, mata kucing dan jenis unggulan lokal.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pers, Muhamad Agung Dharmajaya menyampaikan apresiasi terhadap PT. Vale menggelar UKW. “Dan hari ini kita mendapatkan penghormatan dengan hadirnya pemateri yang sudah luar biasa,” ucapnya.

“Saat ini jumlah jurnalis kian hari makin bertambah banyak termasuk medianya, dan Alhamdulillah saya tidak bisa menyebutkan,” ungkapnya.

KENAPA UKW

Menurutnya, kenapa harus UKW? Karena sangat berguna untuk menjadikan wartawan profesional dan sebagainya.

“Namun yang terpenting adalah kita harus memahami apa yang kita tulis, jangan kita menulis sementara kita tidak memahami apa yang kita tulis,” katanya.

“Mari kita sama-sama auto kritik, jadi kalau kita melabelkan diri sebagai wartawan, maka pastikan kita juga punya skil dan punya kemampuan,” imbuhnya.

Olehnya itu kata Agung, selamat menjalankan UKW, jangan ragu karena ini kegiatan wartawan sehari-hari. Begitu katanya seperti dikutip inputrakyat.co.id.

“Saya berharap kegiatan ini terus berkelanjutan dan mudahan-mudahan pesertanya terus bertambah, ini menjadi penting,” pungkasnya.

Pada akhir kegiatan, PT Vale Indonesia menyerahkan cinderamata ke LPDS dan Wakil Ketua Dewan Pers.

Sebanyak 20 wartawan se-Sulawesi Selatan mengikuti UKW. Rincian jenjang yang diikuti yakni, tingkatan muda 12 peserta, Madya 6 peserta dan tingkatan utama dua orang. Para penguji dari LPDS adalah Aloysius Arena Ariwobowo, Jufri Alkatiri, Kristanto Hartadi, Lahyanto Nadie, dan Lestantya Ravisavitra Baskoro.

You may also like

Comments are closed.

More in Bisnis