S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia BBB dengan Outlook Stabil: Bukti Sukses Konsolidasi Fiskal

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Lembaga Pemeringkat S&P kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada posisi BBB dengan outlook stabil. Keputusan ini mencerminkan kesuksesan Indonesia dalam mencapai konsolidasi fiskal yang cepat. Selain itu, didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang solid dan kebijakan yang terkalibrasi dengan baik, serta pertumbuhan ekonomi dan kondisi eksternal yang stabil pasca pemulihan dari pandemi.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Suminto, menyatakan bahwa S&P melihat adanya perbaikan yang signifikan dalam kondisi fiskal Indonesia. Faktor-faktor positif seperti kenaikan harga komoditas, perbaikan kondisi ekonomi domestik, dan komitmen yang kuat terhadap kebijakan fiskal yang berkelanjutan berkontribusi pada perbaikan defisit fiskal dan rasio utang Pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hal tersebut menunjukkan kredibilitas dan kestabilan ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan riil PDB Indonesia mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, yaitu 5,3% pada tahun 2022. Keberhasilan ini adalah hasil dari peningkatan permintaan luar negeri terhadap komoditas utama dan upaya dalam mengembangkan perekonomian domestik.

Defisit Fiskal Menurun Drastis

Pemerintah Indonesia berhasil mengendalikan defisit fiskal yang saat ini berada di bawah 3% dari PDB. Defisit fiskal tahun 2022 menurun secara signifikan menjadi 2,4%, dan diperkirakan akan terus berkurang menjadi sekitar 2,3% dari PDB pada tahun 2023. Penurunan defisit fiskal ini berdampak positif dalam mengurangi beban utang pemerintah dan pembayaran bunga.

Suminto menegaskan bahwa meskipun masih terdapat tantangan dalam perjalanan menuju peningkatan peringkat Indonesia, seperti keterbatasan basis penerimaan negara, perbaikan kebijakan fiskal dan reformasi struktural berkelanjutan akan mendorong peningkatan basis penerimaan dan peringkat kredit Indonesia di masa depan.

Pemerintah Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap stabilitas politik dan kebijakan. Dalam menghadapi pemilihan umum yang akan datang pada Februari 2024, situasi politik dan kebijakan di Indonesia tetap stabil. Hal ini menunjukkan kedewasaan demokrasi dan komitmen pemerintah terhadap stabilitas nasional.

Dengan prospek positif, Indonesia diharapkan tetap stabil di masa depan, meskipun terjadi penurunan harga komoditas dan ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah akan terus waspada terhadap risiko global, menjaga kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, serta melindungi daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi, dan menjaga momentum pemulihan ekonomi.

You may also like

Comments are closed.

More in Bisnis