Bendungan Cabean Baru 25,6 Persen, Penyelesaian Diusulkan hingga 2028
Penyelesaian Bendungan Cabean di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diusulkan bergeser hingga 2028. Progres pembangunan fasilitas tersebut baru mencapai 25,6 persen.
Tinggi muka air Bendungan Lempake di Samarinda turun menjadi 6,85 meter dengan volume tampungan sekitar 530.000 meter kubik, mendekati batas siaga kekeringan.
Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda memastikan Bendungan Lempake masih mampu memasok air baku bagi masyarakat meski kondisi tampungannya mendekati fase siaga kekeringan.
Kepala Unit Pengelola Bendungan Wilayah II BWS Kalimantan IV Samarinda Hayu Wardana mengatakan tinggi muka air per 5 September 2026 berada pada elevasi 6,85 meter di atas permukaan laut. Volume tampungan tercatat sekitar 530.000 meter kubik.
Pengeluaran air diatur sekitar 0,40 meter kubik per detik. Sebanyak 0,160 meter kubik per detik dialokasikan untuk kebutuhan air baku PDAM dan sekitar 0,238 meter kubik per detik untuk irigasi pertanian.
Pengelola bendungan akan mengurangi debit irigasi apabila muka air mendekati elevasi 6,5 meter. Pasokan bagi PDAM diprioritaskan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
BWS Kalimantan IV juga menyiapkan peminjaman pompa untuk membantu petani apabila pasokan irigasi dikurangi. Langkah tersebut diharapkan menjaga kebutuhan air bagi lahan yang telah ditanami.
Penyusutan tampungan dapat meningkatkan persaingan penggunaan air antara rumah tangga dan sektor pertanian. Pemerintah belum mengumumkan perkiraan daya tahan tampungan apabila kemarau berlanjut tanpa tambahan hujan.
Penyelesaian Bendungan Cabean di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diusulkan bergeser hingga 2028. Progres pembangunan fasilitas tersebut baru mencapai 25,6 persen.
Lima bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto diproyeksikan mendukung produksi sekitar 720 ribu ton padi per tahun. Proyeksi tersebut ditopang jaringan irigasi sepanjang kurang lebih 280 kilometer yang mampu melayani hampir 40 ribu hektare lahan pertanian.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan yang tersebar di Nusa Tenggara Barat, Aceh, Jawa Tengah, dan Bali. Kelima proyek infrastruktur sumber daya air itu dibangun dengan total nilai kontrak Rp9,79 triliun serta diproyeksikan melayani jaringan irigasi seluas 39.540 hektare.
