BTN Tunggu Aturan Pelaksana KPR FLPP Tenor 40 Tahun
PT Bank Tabungan Negara belum menjalankan skema KPR FLPP dengan tenor hingga 40 tahun karena masih menunggu peraturan pelaksanaan dari BP Tapera.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan realisasi penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025 sebanyak 278.868 unit rumah. Angka ini setara dengan nilai Rp 34,64 triliun.
INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan realisasi penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025 sebanyak 278.868 unit rumah. Angka ini setara dengan nilai Rp 34,64 triliun.
Meski realisasi ini baru mencapai 79,68% dari target pemerintah yang dipatok sebanyak 350.000 unit, volume penyaluran tahun ini tercatat sebagai yang tertinggi sejak program FLPP digulirkan pada 2010.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan, dari total penyaluran itu, sebanyak 278.865 unit atau 99,99% merupakan rumah tapak, sementara sisanya sebanyak 3 unit merupakan rumah susun. "Pencapaian tahun ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah penyaluran dana FLPP. Penyaluran melibatkan 40 bank penyalur dan 8.113 pengembang di 401 kabupaten/kota," ujar Heru dikutip dari siaran pers resmi BP Tapera, Kamis (1/1).
Berdasarkan profil penerima manfaat, pekerja swasta masih mendominasi penyerapan dengan total 205.311 unit (73,63%), kemudian diikuti kelompok wiraswasta sebanyak 39.218 unit (14,06%), PNS 20.814 unit (7,46%), serta TNI/Polri sebanyak 5.409 unit (1,94%).
Secara pertumbuhan tahunan, segmen PNS mencatatkan kenaikan tertinggi yakni mencapai 145,7%. Sementara itu, segmen wiraswasta tumbuh 58,7%, TNI/Polri naik 36,9%, dan pekerja swasta meningkat 31,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun secara kewilayahan, Provinsi Jawa Barat masih menjadi penyerap dana FLPP terbesar dengan pencapaian 62.591 unit (22,44%).
Selanjutnya mengekor di belakang adalah Jawa Tengah 24.470 unit (8,77%) dan Sulawesi Selatan sebanyak 23.255 unit (8,34%).
Sementara itu, di level kabupaten/kota, Kabupaten Bekasi menempati peringkat pertama dengan penyerapan 14.702 unit rumah (19% dari total Jawa Barat). Wilayah lain dengan penyerapan tinggi antara lain Kabupaten Bogor (10.195 unit), Kabupaten Tangerang (8.246 unit) dan Kabupaten Karawang (7.097 unit).
Sedangkan bank yang mendominasi penyaluran dana FLPP adalah BTN sebanyak 132.744 unit rumah atau 47,60% dari total penyaluran dana FLPP. Kemudian diikuti Bank Syariah
Nasional (BSN) sebanyak 59.463 unit (21,32%), BRI 32.206 unit (11,54%), BNI 15.159 unit (5,44%) serta Mandiri 11.122 unit
(3,98%).
PT Bank Tabungan Negara belum menjalankan skema KPR FLPP dengan tenor hingga 40 tahun karena masih menunggu peraturan pelaksanaan dari BP Tapera.
BP Tapera mencatat penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan mencapai 140.965 unit rumah senilai Rp17,5 triliun hingga 1 September 2026, atau baru 40,3 persen dari target tahun ini sebanyak 350.000 unit.
Pemerintah memperpanjang tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi hingga 40 tahun untuk menekan cicilan masyarakat berpenghasilan rendah. Kebijakan ini memperlebar akses pembiayaan perumahan, tetapi belum sepenuhnya menjawab persoalan daya beli, lokasi hunian, dan kemampuan calon debitur memenuhi persyaratan kredit.