PLN IP Kembangkan Aset Karbon PLTP Gunung Salak
PLN Indonesia Power dan South Pole AG melanjutkan kerja sama pengembangan aset karbon dari peningkatan kapasitas PLTP Gunung Salak untuk memberi nilai ekonomi pada pengurangan emisi.
Pemerintah menargetkan peletakan batu pertama fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di 12 kota sebelum akhir 2026. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikannya di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
“Kami yakin akan ada lagi groundbreaking waste-to-energy di 12 kota berbeda sampai akhir tahun ini,” kata Rosan.
Rencana tersebut melanjutkan pembangunan fasilitas di Bali, Bekasi, dan Bogor. Pengembangan proyek berlangsung bertahap melalui Danantara Indonesia dan anak usahanya. Target peletakan batu pertama itu belum berarti seluruh pembangkit akan beroperasi tahun ini.
Danantara Investment Management telah menyerahkan surat penetapan bersyarat kepada delapan mitra pada 20 Juli 2026. Dalam siaran pers resmi sehari kemudian, lembaga tersebut menyebut cakupan tahap kedua mencapai delapan lokasi di 20 kabupaten dan kota.
Para mitra harus menuntaskan studi kelayakan yang ditargetkan selesai pertengahan November 2026. Tahapan berikutnya mencakup persiapan proyek, perizinan, dan penyerahan lahan sebelum konstruksi dimulai.
Jadwal yang diumumkan Danantara pada Juli menempatkan peletakan batu pertama pada Desember 2026–Januari 2027. Pernyataan terbaru Rosan menargetkan tambahan pembangunan sebelum pergantian tahun, tetapi belum merinci daftar 12 kota tersebut.
Penetapan mitra belum bersifat final karena masih bergantung pada pemenuhan persyaratan proyek. Danantara menyatakan penunjukan dapat dialihkan kepada mitra cadangan atau ditender ulang jika ketentuan tidak dipenuhi.
Salah satu proyek yang sudah memasuki konstruksi adalah PSEL Bogor Raya 1 di Galuga, Kabupaten Bogor. Berdasarkan rilis resmi Danantara, pembangunan dimulai pada 17 September 2026 dengan investasi Rp2,8 triliun.
Fasilitas tersebut dirancang mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari dan ditargetkan beroperasi pertengahan 2028. Pengembang serta pengelolanya adalah Nusantara Bogor New Energy, dengan mitra teknologi Zhejiang Weiming Environment.
Perjanjian jual beli listrik dengan PLN juga diteken saat peresmian pembangunan Bogor Raya 1. Danantara menyebut harga pembelian listrik PSEL berdasarkan Perpres Nomor 109 Tahun 2025 sebesar US$0,20 per kWh.
Pengolah sampah akan menggunakan insinerator dengan sistem pengendalian pencemaran udara berlapis. Menurut Danantara, teknologi itu dirancang memenuhi standar emisi Uni Eropa, sedangkan kinerja aktual baru dapat dinilai setelah fasilitas beroperasi.
PLN Indonesia Power dan South Pole AG melanjutkan kerja sama pengembangan aset karbon dari peningkatan kapasitas PLTP Gunung Salak untuk memberi nilai ekonomi pada pengurangan emisi.
Satu unit PLTU Jeneponto berkapasitas 125 megawatt kembali beroperasi, tetapi pasokan listrik di Sulawesi bagian selatan belum sepenuhnya normal karena sejumlah pembangkit masih mengalami penurunan daya mampu.
Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit energi terbarukan berkapasitas sekitar 42,6 gigawatt hingga 2034, setara 62 persen dari rencana penambahan kapasitas listrik nasional.