• Sun, Oct 2026

Bogor Bangun Jalan 1,65 Kilometer Menuju PSEL Kayumanis

Bogor Bangun Jalan 1,65 Kilometer Menuju PSEL Kayumanis

Pemerintah Kota Bogor membangun jalan sepanjang 1,65 kilometer menuju lokasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Kayumanis. Akses tersebut membentang dari ujung Tol Bogor Outer Ring Road menuju kawasan proyek.

INFRASTRUKTUR.CO.ID, BOGOR — Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan jalan diperlukan sebelum pembangunan fasilitas utama dimulai. Peletakan batu pertama PSEL Bogor Raya II ditargetkan berlangsung pada Desember 2026.

Pekerjaan yang berjalan meliputi pembukaan jalan, pembersihan lahan, cut and fill, serta pembangunan tebing penahan tanah. Bronjong juga disiapkan di sekitar Sungai Angke untuk memperkuat sejumlah titik.

“Secara teknis, ini tidak ada kendala yang terlalu berat,” kata Dedie saat meninjau lokasi. Penyesuaian elevasi tetap diperlukan karena bagian belakang kawasan memiliki kontur lebih rendah.

Lebar badan jalan direncanakan antara empat hingga 5,5 meter. Pemerintah membutuhkan ruang sekitar delapan meter agar truk proyek dan kendaraan pengangkut sampah dapat berpapasan.

PSEL Bogor Raya II dirancang mengolah 1.500 ton sampah setiap hari. Kapasitas itu meningkat dari rencana awal sebesar 1.000 ton per hari.

Fasilitas tersebut akan dikembangkan bersama PSEL Bogor Raya I di Kabupaten Bogor. Jika keduanya terwujud, kapasitas pengolahan gabungan diproyeksikan mencapai 3.000 ton per hari.

Kapasitas itu masih berupa target karena konstruksi fasilitas utama belum dimulai. Nilai investasi, teknologi pembakaran, tarif pengolahan sampah, dan kapasitas listrik juga belum dijelaskan dalam pembaruan terbaru.

PSEL akan berpengaruh terhadap anggaran daerah, arus truk, kualitas udara, dan umur tempat pembuangan akhir. Pemerintah perlu membuka studi kelayakan serta pembagian risiko dengan badan usaha sebelum penutupan pembiayaan.

Data bersumber dari keterangan Pemkot Bogor yang dipublikasikan ANTARA pada 16 Oktober 2026⁠. Pekerjaan yang terkonfirmasi saat ini baru mencakup akses jalan dan penyiapan lahan.