• Fri, Feb 2026

Batting average dan penantian keberuntungan

Batting average dan penantian keberuntungan

Siapa yang tau permainan bisbol? Atau orang lebih kenal softball atau kriket. Batting average, sebuah istilah untuk pukulan sah dibagi kesempatan memukul. Pemukul hebat lebih sering gagal daripada berhasil. Sebagai ilustrasi, angka rata-rata 0,300 merupakan pencapaian beken— artinya tujuh dari sepuluh ayunan kosong.

Siapa yang tau permainan bisbol? Atau orang lebih kenal softball atau kriket. Batting average, sebuah istilah untuk pukulan sah dibagi kesempatan memukul. Pemukul hebat lebih sering gagal daripada berhasil. Sebagai ilustrasi, angka rata-rata 0,300 merupakan pencapaian beken— artinya tujuh dari sepuluh ayunan kosong. 

Dalam hidup kita sering menilai orang lain sedang “hoki”. Padahal kita tak melihat berapa pintu yang mereka ketuk, berapa proposal yang ditolak, berapa ide yang kandas sebelum satu berhasil. Kesempatan bukan sesuatu yang datang begitu saja; ia sering tercipta karena seseorang terus mencoba sampai peluang itu muncul. 

Orang yang rajin mengayun akan terlihat mujur ketika akhirnya memukul tepat. Bukan karena nasib semata, tetapi karena ia tak berhenti berada dalam permainan. Banyak kisah nyata memantulkan pola itu. Intinya, sesorang harus sabar menghadapi penolakan, letih, bahkan ragu, tetapi tetap melangkah. Persepsi kita sering melihat hasil akhirnya saja, lalu menyebutnya keberuntungan. Yang luput dilihat adalah perjalanan panjang yang sepi tepuk tangan.

Hidup tak menuntut kita selalu berhasil. Ia hanya meminta kita tetap datang, tetap mencoba, tetap memberi diri kesempatan baru. Keberhasilan jarang lahir dari satu ayunan sempurna. Ia tumbuh dari keberanian mengulang, dari kesediaan jatuh tanpa merasa selesai. Jika suatu hari pukulan itu tembus, orang boleh menyebutnya nasib baik. Kita tahu, itu hasil dari tidak menyerah berdiri di tempat yang sama, sekali lagi.